PLN Sukses Uji Coba Black Start dan Soft Start Energize Demi Percepatan Pemulihan Kelistrikan Flotim

oleh -56 Dilihat

Tim teknis PLN memantau parameter pada panel kendali guna memastikan skema Soft Start Energize berjalan aman.

MAUMERE, mediantt.com – Sebagai langkah strategis memperkuat keandalan pasokan listrik di Wilayah Flores, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Beban Nusa Tenggara Timur (UP2B NTT) sukses melaksanakan rangkaian pengujian operasional pada Sub Sistem Flores Timur. Rangkaian simulasi ini difokuskan di PLTMG Maumere untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam menghadapi situasi darurat.

Program pengujian itu mencakup tiga agenda utama, yakni pengujian black start PLTMG Maumere, simulasi backfeeding ke PLTMG Maumere, serta implementasi skema Soft Start Energize.

Langkah antisipatif ini dilatarbelakangi oleh evaluasi pemulihan sistem pascabencana Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu. Pada peristiwa tersebut, proses pemulihan sistem kelistrikan (system recovery) membutuhkan waktu hingga 9 jam 47 menit. Belajar dari pengalaman tersebut, PLN berkomitmen menghadirkan solusi teknis dan operasional yang mampu memangkas waktu penormalan secara signifikan jika terjadi gangguan meluas (blackout).

Tujuan utama dari pengujian ini mencakup dua hal:

Mempercepat Waktu Pemulihan (Recovery Time): Memastikan sistem kelistrikan dapat bangkit kembali dalam waktu yang jauh lebih singkat saat terjadi pemadaman meluas.

Penguatan Sinergi & Koordinasi: Memperlancar alur komunikasi, koordinasi, serta kerja sama taktis antara unit Pembangkitan, Transmisi, dan Distribusi di lapangan.

Dalam pengujian black start, unit PLTMG Maumere diuji kemampuannya untuk menyalakan kembali pembangkit secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan daya luar. Sementara itu, skema backfeeding disimulasikan untuk memastikan ketersediaan jalur daya cadangan agar pengoperasian unit pembangkit tetap berlangsung aman.

Adapun skema Soft Start Energize diterapkan untuk mengalirkan tegangan secara bertahap dan terkontrol dari pembangkit menuju jaringan transmisi dan distribusi Sub Sistem Flores Timur. Skema ini dirancang khusus guna meminimalkan lonjakan tegangan (voltage surge) serta risiko lonjakan beban yang dapat mengganggu kestabilan sistem saat proses penormalan dilakukan.

Manager UP2B NTT, Resa Rediansyah, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berlanjut PLN untuk menjaga kestabilan energi di kawasan Flores.

“Melalui rangkaian pengujian ini, PLN menegaskan komitmen untuk terus menjaga kestabilan energi dengan meminimalkan gangguan serta meningkatkan keandalan sistem. Hal ini kami lakukan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat, mendukung kelancaran fasilitas publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tanpa kekhawatiran adanya gangguan listrik,” ujar Resa.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menambahkan, evaluasi bencana Gempa Agustus lalu menjadi pemicu bagi PLN untuk bertindak lebih cepat dan proaktif dalam menyempurnakan prosedur pemulihan bencana.

“Uji coba black start dan soft start energize ini bukan sekadar peningkatan teknis, melainkan bukti nyata kesiapsiagaan dan dedikasi PLN dalam menghadirkan layanan yang tangguh terhadap krisis. Kami ingin masyarakat Flores Timur merasa tenang karena keandalan listrik mereka terus kami kawal tanpa henti,” tegas Eko.

Dengan keberhasilan uji coba ini, PLN optimistis dapat memangkas durasi penormalan kelistrikan secara signifikan saat terjadi gangguan mendadak, sekaligus memberikan pelayanan listrik yang aman, tangguh, dan andal bagi seluruh masyarakat di Flores Timur dan sekitarnya. (*/jdz)