Dari Lembata ke Dunia, Dr Justin Wejak Teliti Kearifan Lokal dengan Metode Tobe Tutu

oleh -942 Dilihat

Tobe Tutu di Baolangu, 4 Desember 2025.

KUPANG, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata menyambut rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh Dr. Justin Wejak, M.A, dosen dan peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, dengan judul Indigenous Storytelling and Practical Wisdom from Lembata to Salatiga (Penceritaan Masyarakat Adat dan Kearifan Praktis dari Lembata hingga Salatiga).

Dalam press rilisnya kepada mediantt.com, Jumat (5/12), Dr Justin menjelaskan, rencana penelitian tersebut akan dilaksanakan pada 3–7 Desember 2025 di sejumlah wilayah di Kabupaten Lembata. Sehubungan dengan kegiatan tersebut, Dr. Justin Wejak dijadwalkan melakukan audiensi dengan Bupati Lembata, Kanisius Tuak, S.P, pada Jumat (5/12/2025) pukul 07.45 Wita di Kantor Bupati Lembata.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Tobe Tutu (Duduk Cerita), yakni pendekatan penceritaan berbasis partisipasi masyarakat. Metode ini dikembangkan Dr. Justin Wejak dari hasil penelitiannya sebelumnya di Kabupaten Lembata pada tahun 2022, yang saat itu dilakukan melalui kolaborator lokal karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Pada penelitian kali ini, sejumlah tema yang akan digali di antaranya cerita asal-usul, bencana alam seperti tsunami Waiteba 1979 dan erupsi Gunung Api Lewotolok, isu kesehatan dan pengobatan tradisional, makna ruang dan tempat, musim berkebun, relasi sosial antaragama dan antarsuku, serta praktik menangkap ikan dan berburu.

Selain menggali isi cerita, penelitian ini juga akan mengamati proses penceritaan itu sendiri, termasuk dinamika interaksi antarpeserta dalam setiap sesi Tobe Tutu. Pendekatan ini dipilih karena dinilai lebih menghargai kearifan lokal dan relasi sosial masyarakat dibandingkan metode wawancara formal.

Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan apresiasi atas perhatian dunia akademik internasional terhadap kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Lembata. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memperkaya dokumentasi budaya daerah sekaligus mendorong promosi Lembata di tingkat nasional dan internasional.

Dr. Justin Wejak juga menyampaikan terima kasih kepada Protokoler Bupati Lembata, Ibu Alisa Martha, yang telah memfasilitasi jadwal audiensi, serta kepada Bapak Sintus Lama, yang turut membantu proses komunikasi antara peneliti dan Pemerintah Kabupaten Lembata.

Audiensi ini diharapkan menjadi awal terbangunnya kerja sama berkelanjutan antara dunia akademik internasional dan Pemerintah Kabupaten Lembata, khususnya dalam penguatan riset, pelestarian budaya, serta pengembangan pembangunan berbasis kearifan lokal sesuai dengan visi dan misi kepemimpinan daerah saat ini. (jdz)