Wisatawan Yachter Dunia akan Semarakan Harnus di Lembata

by -55 views

JAKARTA – Hari Nusantara 2016 yang dipusatkan di Kabupaten Lembata, pada 13 Desember, sudah dilaunching di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (22/8). Momen berskala nasional itu akan menjadikan bidang kelautan dan pariwisata sebagai arus utama pembangunan nasional, juga mempercepat pembangunan infrastruktur di NTT. Lembata juga bakal menjadi titik labuh favorit bagi wisatawan yachter dunia dan menjadi tren kunjungan yacht.

“Momentum berskala nasional ini mengandung tujuan untuk menegaskan Indonesia sebagai poros maritim dunia di kawasan khusus ekonomi maritim Alor, Lembata dan Larantuka (ALTAKA),” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, pada jumpa pers launching Harnus 2016, di Jakarta.

Ia menjelaskan, melalui event nasional tersebut, diharapkan dapat merubah pola pikir bangsa Indonesia terkait dengan ruang hidup diantara darat dan laut. Sekaligus menjadikan bidang kelautan dan pariwisata sebagai arus utama (mainstream) pembangunan nasional serta mempercepat pembangunan infrastruktur di NTT.

“Harnus 2016 menjadi momentum untuk mempromosikan pariwisata Labuan Bajo yang dimiliki NTT sebagai salah satu destinasi prioritas dari ‘10 Bali Baru’ untuk mendukung target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 270 juta wisatawan nusantara (wisnus) pada 2019 mendatang,”  kata Menpar Arief Yahya.

Menurut Arief Yahya, sebagai destinasi prioritas maka pembangunan infrastruktur dan promosi pariwisata di NTT harus gencar dilakukan termasuk dalam memanfaatkan momentum Harnus 2016 di Lembata. Provinsi NTT, tambah Yahya, memiliki potensi alam (nature), budaya (culture) dan daya tarik buatan manusia (manmade) yang kuat, diantaranya Pulau Komodo sebagai destinasi kelas dunia dan tradisi memburu Paus di Lamalera yang menarik wisatawan dunia. “Kabupaten Lembata juga menjadi titik labuh favorit bagi wisatawan yachter dunia dan menjadi tren kunjungan yacht,” katanya.

Menpar juga menjelaskan, kunjungan wistawan ke NTT tahun 2015 mencapai 2,8 juta, sedangkan yang berkunjung ke Lembata sebanyak 5.000 wisatawan, termasuk 1.000 wisman yang sebagian adalah para yachter dunia. “Para yachter kita undang dalam event Wonderful Sail 2 Indonesia sebagai core event Harnus 2016 yang berpartisipasi, diantaranya para peserta dari Lithuania, Amerika Serikat, Jerman, Filipina, Australia, Belanda, Perancis, Inggris dan Selandia Baru,” ujarnya.

Puncak acara Harnus 2016, akan disemarakkan dengan parade kapal, olahraga bahari, perburuan paus serta barbagai festival bahari termasuk Wonderful Sail 2 Indonesia. Para wisatawan yang hadir pada puncak peringatan Harnus 2016, akan menikmati obyek wisata NTT, diantaranya Bukit doa Watomiten, Bukit Cinta, Kuma Resort Waijarang, Pantai Jontona, termasuk Fosil Paus Biru di Desa Watodiri Jontona yang terdampar pada 2008 serta lokasi budidaya kerang mutiara Indopearls, di Waienga, Kecamatan Lebatukan.

Bisa Jadi Aset

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai, Kementerian Pariwisata sudah tepat memilih NTT, khususnya Lembata sebagai tuan rumah Hari Nusantara tahun 2016.

“Pak Menpar cukup jeli dalam memilih NTT sebagai tuan rumah Hari Nusantara 2016. Pancasila lahir di Ende, Bung Karno pernah di sana juga. Tahun kemarin dilaksanakan di Kalimantan. Untuk 2016 ditempatkan di NTT,” kata Tjahjo Kumolo.

Menurut dia, salah satu tujuan utama Hari Nusantara ini tidak sekedar merayakan Deklarasi Juanda saja, tetapi secara politik, budaya, dan ekonomi, dengan ditetapkan Hari Nasional di Lembata ini akan ada konektivitas antar kota dan provinsi.

“Lagu dari Sabang sampai Merauke ini sudah terjalin. Sudah bisa melewati bandara-bandara kecil kalau terbang dari Sabang sampai Merauke,” lanjutnya.

Selain itu, NTT yang mempunyai kain tenun ikat yang cantik juga bisa menjadi daya tarik turis untuk datang kesana. “Ini bisa jadi aset. Kulinernya NTT, jagungnya itu paling enak di Indonesia. Daging asapnya juga sangat populer. Ikan lautnya segar dan murah. Kalau irigasinya, 7 waduk di bangun, jalan lingkar dibangun, nanti akan bagus. NTT kota yang majemuk. Banyak agama-agama di sana. Konservatif tapi bersatu,” ucap Tjahjo Kumolo. (hms/jdz)

Foto : Ilsutrasi kapal Yacht