FS Sedang Diproses, Jembatan Palmerah Mulai Dikerjakan 13 Desember

by -39 views

JAKARTA – Pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah, yang menghubungkan Larantuka dan Adonara, dipastikan mulai dikerjakan Desember 2016, yang ditandai dengan ground breaking oleh Presiden RI, Joko Widodo, 13 Desember 2016. Saat ini, Fisibility Study (FS) sedang diproses di Jakarta.

“Salah satu agenda kegiatan yang digelar bersamaan dengan Hari Nusantara 2016, adalah ground breaking Jembatan Pancasila-Palmerah yang menghubungkan Larantuka dan Adonara oleh Presiden RI, Joko Widodo,” kata Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya di Jakarta, saat peluncuran Hari Nusantara (Harnus) 2016, di di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (22/8).

Menurut dia, sesuai rencana gound breaking Jembatan Pancasila-Palmerah dilaksanakan setelah rangkaian acara puncak peringatan Hari Nusantara 2016, di Lembata, 13 Desember 2016. Berbagai kelengkapan administrasi menyangkut fisibility study (FS) sedang diproses di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta.

“Penandatanganan kontrak dengan pihak konsultan yang menang pelelangan pra-fisibility study direncanakan pada 19 September 2016,” katanya.

Gubernur Frans Lebu Raya juga mengatakan, ketika menghadiri penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Signing Ceremony B-to-B (Business to Business) terkait rencana pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah, di Den Haag, Belanda, pada 22 April 2016, memang target rencana dimulainya pelaksanaan kegiatan pembangunan (ground breaking) pada 13 Desember 2016.

“Soal proses FS beserta kelengkapan lainnya harus segera berjalan. Kini tengah dilakukan pra-FS  dan setelah selesai langsung diserahkan kepada calon investor untuk melakukan investasi. Proses teknis sangat makan waktu tapi kami berupaya agar dapat selesai dan gound breaking dapat berjalan sesuai rencana. Kita sedang dorong supaya proses teknis berjalan lancar di Kementerian PUPR dan mudah-mudahan pada puncak Hari Nusantara 2016, Bapak Presiden dapat melakukan ground breaking,” jelas Lebu Raya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, saat press conference bersama para wartawan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, mengatakan, rencana pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah di Larantuka, Flores Timur, menjadi solusi yang tepat dalam menghubungkan pulau-pulau di NTT. Terobosan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT merupakan langkah tepat dalam membangun daerah mulai dari pinggiran sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) NTT, Andre Koreh, ketika dikonfirmasi membenarkan penandatanganan kontrak akan dilakukan pada 19 September 2016 dengan pihak konsultan.

Menueut Andre, proses FS diupayakan dapat selesai tepat waktu agar semuanya berjalan dengan baik. “Kita berdoa saja agar rencana baik terkait dimulainya pelaksanaan kegiatan pembangunan Jembatan Pancasila-Palmerah di Larantuka, dapat sukses,” tegasnya. (hms/jdz)

Ket Foto : Maket Jembatan Pancasila-Palmerah