Hari Nusantara (Harnus) Tahun 2016 dipusatkan di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT. Ini momentum berharga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan  khusus ekonomi maritim. Dan, fokus utama Harnus 2016 adalah tiga kawasan strategis di NTT; Alor, Lembata dan Larantuka, yang populer disebut ALTAKA. Karena itu, Harnus 2016 menjadi titik star membangun Kawasan ALTAKA menuju Poros Maritim Dunia. Harnus juga mengingatkan bahwa dari Lembata Mmbangun Potensi Maritim Nusantara. Apa dan siapa saja yang terlibat dalam hajatan besar ini? Apa pula dampaknya? Inilah penjelasannya.

PENYELENGGARAAN puncak acara Hari Nusantara (Harnus) tingkat nasional pada 13 Desember 2016, di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya sekadar semboyan semata, tapi benar-benar dapat menghantarkan kejayaan bangsa ini sebagai bangsa bahari. Bertemakan “Poros Maritim Dunia”, Harnus 2016 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan sangat diperlukan model percepatan pembangunan lintas sektor secara terintegrasi di daerah.

NTT sebagai Provinsi Kepulauan, layak mendapat perhatian pemerintah pusat, terutama Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN) dalam mengatasi keterisolasian dan membangun konektivitas antar pulau. Melalui terobosan yang digagas DEKIN dengan menerapkan model percepatan pembangunan secara terintegrasi, tentunya akan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya di provinsi NTT dengan jumlah pulau besar dan kecil sebanyak 1.192 pulau.

Presiden RI, Joko Widodo, selaku Ketua Dewan Kelautan Indonesia,dipastikan akan hadir pada acara puncak Harnus 2016 di Lewoleba. Sedangkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, selaku anggota DEKIN, ditunjuk menjadi Ketua Panitia Pelaksana Harnus 2016. Sebanyak 13 kementerian/lembaga terlibat secara langsung dalam kegiatan Harnus 2016 sejak di-launching pada 22 Agustus 2016 lalu, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta.

Harnus 2016 merupakan Harnus keenam sejak dicanangkan pada 1999 lalu sebagai momentum berharga bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama di kawasan khusus ekonomi maritim. Sedangkan untuk Harnus 2016 difokuskan pada tiga kawasan khusus ekonomi maritim di Provinsi NTT, yaitu Alor, Lembata dan Larantuka (ALTAKA). Acara puncaknya dipusatkan di Lembata, dengan tema utama “ Tata Kelola Potensi Maritim Nusantara Yang Baik Menuju Poros Maritim Dunia” serta sub tema “Dari Lembata Nusa Tenggara Timur Membangun Potensi Maritim Nusantara”.

Kawasan khusus ekonomi maritim ALTAKA di NTT melalui peringatan Harnus 2016, tentu tidak sekadar memperingati Deklarasi Djoeanda 13 Desember 1957. Namun lebih dari itu dapat menjadi tonggak bagi penyatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang utuh diantara pulau yang satu dengan pulau yang lain sehingga keberadaan laut bukan sebagai pemisah tetapi menjadi pemersatu bangsa. Atas dasar inilah maka DEKIN menetapkan 13 Desember, sebagai Hari Nusantara, seperti yang dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI, Nomor : 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara.

Ketua Harian Dewan Kelautan Indonesia, Aryo Hanggono, mengatakan, kendati puncak acara Harnus 2016 di Lembata sebagai perwujudan dari peringatan Deklarasi Djoeanda 1957 yang membuat teritorial laut Indonesia menjadi luas mencapai 5,7 juta hektar, namun Harnus 2016 juga menjadi salah satu program Nawa Cita Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Untuk itu perlu ada keseriusan dari berbagai pihak, bukan hanya dari pemerintah saja tetapi juga dari seluruh pemangku kepentingan terkait.

Momentum Harnus 2016 juga dimaksudkan untuk mengubah mindset terhadap ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut serta meningkatkan pemahaman wawasan kelautan kepada masyarakat. Hal ini dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mampu mengelola potensi sumberdaya kelautan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Menurut Ketua Panitia Harnus 2016, Tjahjo Kumolo, kawasan khusus ekonomi maritim ALTAKA di NTT menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Mengingat NTT adalah provinsi kepulauan dan memiliki potensi yang menjanjikan, seperti potensi taman laut yang indah di Pulau Kepa (Alor), juga Kota Ende dikenal sebagai kota bersejarah. Provinsi NTT juga memiliki kawasan strategis pariwisata nasional, yaitu di Labuan Bajo dengan Komodo, tradisi penangkapan Ikan Paus di Lamalera dan juga juga kemajemukannya serta kaya akan potensi perikanan.

Direncanakan hadir 5.000 tamu pada puncak peringatan Harnus 2016 di Lewoleba, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menyatakan mendukung NTT dengan membantu membangun home stay di Lewoleba sekaligus sarana air bersih, pembangunan perpanjangan landasan pacu Bandara Wonopito agar para wisatawan dapat langsung berkunjung ke Lewoleba tanpa melalui Larantuka. NTT sudah semakin maju dalam pembangunan sektor pariwisata dan juga telah menggelar beragai event berskala nasional dan internasiional. Sehingga Kementerian Pariwisata sangat memberikan perhatian serius dalam mendukung pembangunan infrastruktur sektor pariwisata.

Peringatan Harnus 2016 tidak hanya sekadar serimonial saja tetapi juga dapat menjadi model pembangunan terintegrasi bagi kepulauan terluar dan atau terpencil agar menjadi fokus dan sinergitas bagi seluruh kementerian/lembaga dalam menerapkan program pembangunan. Ada 13 kementerian/lembaga yang terlibat langsungmelalui kegiatan pembangunan di kawasan khusus ekonomi maritim ALTAKA sejak launching Harnus pada 22 Agustus 2016 lalu. Rangkaian kegiatan berupa pembangunan fisik, bhakti sosial, sosialisasi program, pemberian bantuan, pelayanan kesehatan dan kegiatan positif lainnya.

Kegiatan pembangunan oleh kementerian/lembaga, diantaranya pembangunan lokasi puncak acara Harunus 2016, pembangunan jalan pintu masuk pelabuhan Lewoleba, pembuatan sumur artesis di lima titik, perluasan Bandara Wunopito Lewoleba, perluasan jalan akses ke bandara, peningkatan jalan trans Lembata, pipanisasi sepanjang lima kilometer, festival bahari teluk nusantara, festival bahari di Alor dan Rote, bantuan benih kakap putih kepada para nelayan, bantuan kapal mina maritim tiga unit, pemberian kartu nelayan, bantuan keramba jaring apung, bantuan alat kontrasepsi, penanaman manggrove, sosialisasi hukum laut, penambahan energi listrik 1 MW, bantuan usaha untuk masyarakat, bantuan sembako, gerakan bersih pantai dan laut, pembangunan home stay dan pembangunan satuan pengisian bahan bakar bagi nelayan (SPDN).Seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan menjelang acara puncak Harnus 2016 di kawasan ALTAKA akan diilaporkan kepada Presiden RI, Joko Widodo pada acara puncak nanti.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengatakan, Hari Nusantara 2016 yang di-launching sejak Agustus 2016, di Jakarta, menjadi awal dari langkah persiapan pembangunan infrastruktur di kawasan ALTAKA. Harnus 2016, menurut dia, bukan sekadar peringatan acara puncak saja, tapi seluruh kegiatan pembangunan dari 13 kementerian/lembaga terkonsentrasi di kawasan ALTAKA akan berlangsung hingga acara puncak tiba.

Gubernur Lebu Raya mengajak masyarakat NTT untuk mendukung pelaksanaan Harnus 2016 dalam membangun kawasan khusus ekonomi maritim ALTAKA. Manfaatnya sangat besar bagi peningkatan perekonomian dan pariwisata di NTT. Mengingat ada 13 kementerian/lembaga terkait yang terlibat langsung secara aktif dalam kegiatan Harnus 2016 maka berbagai persiapan harus dilakukan sejak sekarang karena akan kedatangan 5.000 orang tamu di Lewoleba. Rumah penduduk akan digunakan bagi penampungan para tamu saat acara puncak.

Terkait pelaksanaan puncak acara Harnus pada 13 Desember 2016, panitia pusat bersama panitia provinsi dan kabupaten telah melakukan tahapan rapat koordinasi bersama kementerian/lembaga. Selain itu, telah dilakukan peninjauan ke lapangan guna pemanatapan persiapan acara puncak di Lewoleba. (wilson boymau/jdz)

Ket Foto : Mendagri Tjahyo Kumolo selaku Ketua Panitia Nasional Harnus Lembata, disaksikan Menteri Pariwisata dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, melaunching Hari Nusantara 2016 di Lembata. di Jakarta, Agustus lalu.