Larantuka, mediantt.com – Salah satu tradisi yang diminati peziarah Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, yakni perarakan Patung Tuan Meninu melalui laut yang biasa disebut Prosesi Laut. Ribuan peziarah menyaksikan haru tradisi sakral ini, hingga meneteskan airmata.

Sesuai tradisi yang berlangsung selama hampir 500 tahun, prosesi laut dilaksanakan pada pagi hari setiap Jumat Agung. Patung Tuan Meninu diarak dari Kapela Tuan Meninu di Kota Rewido, Kelurahan Sarotari, untuk kemudian  ditahtakan pada Armida Tuan Meninu di Kelurahan Pohon Sirih. Perarakan ini begitu sakral karena harus melewati arus laut Selat Gonzalu.

Perarakan Patung Tuan Meninu merupakan bagian dari prosesi Jumat Agung yang akan berlangsung malam harinya. Armida Tuan Meninu merupakan satu dari delapan armida yang akan dikunjungi saat perarakan patung Tuan Ma.

Seperti disaksikan mediantt.com, Jumat (14/4), sejak pukul 10.00 Wita para peziarah sudah berdiri memadati sepanjang pantai untuk menyaksikan prosesi laut. Beberapa titik yang menjadi sentral peziarah yakni Pantai Kuce, Pelabuhan Laut, dan juga di sekitar Armida Tuan Meninu. Beberapa kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan, menjadi tempat paling strategis untuk menyaksikan prosesi laut.

Patung Tuan Meninu berada pada sebuah sampan yang diberi tenda penutup, dikawal petugas khusus. Di depannya sebuah sampan kecil sebagai penunjuk jalan. Sementara di sampingnya puluhan sampan mengawal dengan ketat. Semua sampan dipacu dengan dayung secara tradisional.

Sementara itu, ratusan perahu motor dan kapal-kapal berukuran kecil dan besar ikut terlibat dalam prosesi laut. Ribuan peziarah lain, terutama yang datang dari luar Larantuka penuh sesak di atas perahu motor dan kapal-kapal nelayan. Di antaranya terdapat beberapa kapal Basarnas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Seorang peziarah perempuan asal Kefamenanu, yang menyaksikan dari Pelabuhan Laut Larantuka sempat meneteskan airmata. Dia mengaku terharu melihat perjuangan umat mengantar Patung Tuan Meninu dengan harus melewati arus yang deras.

Doa dan Permesa

Di Kapela Tuan Meninu, Patung Tuan Meninu tersimpan di dalam Tori kecil berbentuk Tabernakel, yang selama 1 tahun baru dibuka kembali oleh petugas khusus, dilanjutkan dengan Ritual Muda Tuan. Biasanya air bekas pembersihan Patung Tuan Meninu dibagikan kepada umat karena diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Pada Tori besar tersimpan Patung Yesus Wafat di Salib yang juga setahun sekali dikeluarkan petugas khusus untuk penyembahan dan penghormatan secara khusus oleh umat pada ari Jumat Agung. Kemudian melalui upacara khusus dibawa keluar dari Kapela Tuan Meninu untuk diantar melalui prosesi laut.

Dari zaman leluhur hingga kini, setiap tahun pada masa Pra Paskah dan Pekan Suci, umat Katolik di lingkungan Kota Rowido melakukan doa, permesa dan cium Tuan di Kapela Tuan Meninu. Acara khusus ini berawal sejak Rabu Abu, Jumad dan Sabtu dalam Pekan Pra Paskah hingga berakhir pada Minggu Paskah.

Prosesi Dalam Kota

Sebagaimana tradisi pada Jumat Agung malam, dilaksanakan prosesi Patung Tuan Ma mengelilingi Kota Larantuka. Tradisi ini dianggap sebagai puncak dari seluruh proses Semana Santa.

Tuan Ma akan menyinggahi 8 buah perhentian (armida), yakni Armida Missericordia, Armida Tuan Meninu, Armida St. Philipus, Armida Tuan Trewa, Armida Pantekebi, Armida St. Antonius, Armida Kuce, dan Armida Desa Lohayong. Urutan Armida menggambarkan seluruh kehidupan Yesus Kristus mulai dari ke Allah-Nya (missericordia), kehidupan manusia-Nya dari masa bayi (Tuan Meninu), masa remaja (St. Philipus) hingga masa penderitaan-Nya sambil menghirup dengan tabah dan sabar seluruh isi piala penderitaan sekaligus piala keselamatan umat manusia.

Prosesi Jumat Agung adalah sebuah perarakan yang begitu semarak dan sakral. Sejak perarakan keluar dari gereja, para “Ana Muji” melagukan “Popule Meus” yang mengisahkan tentang keluhan Allah akan rahmat dan kebaikan-Nya yang di sia-siakan oleh umat-Nya.

Prosesi keagamaan tersebut hanya berlangsung di Larantuka, sementara di wilayah keuskupan lainnya, umat Katolik hanya melakukan prosesi jalan salib untuk mengenang kisah sengsara Yesus sampai wafat di kayu salib. Prosesi jalan salib, umumnya berlangsung pada pagi hari di Jumat Agung tersebut, sedang pada sore harinya dilakukan upacara penciuman salib Yesus. (vicky da gomez)

Ket Foto: Patung Tuan Meninu sedang diarak melalui prosesi laut, Jumat (14/4), dari Kapela Tuan Meninu di Kelurahan Sarotari menuju Armida Tuan Meninu di Kelurahan Pohon Sirih.