VATIKAN – Paus Fransiskus dikenal ‘berbeda’ karena gebrakan tradisi yang ia lakukan, termasuk dalam pelaksanaan Misa Kamis Putih. Kalau para pendahulunya selalu melakukan upacara sakral itu di Vatikan atau Roma, Fransiskus memilih ‘keluar.’

Sejak terpilih, ia selalu menekankan pentingnya keluar dari basilika, melayani mereka yang minoritas—kaum miskin, sakit, terpenjara, bahkan lintas agama.

Kamis (13/4), Fransiskus memeringati Paskah dengan mengunjungi penjara berkeamanan tinggi di Italia. Mengutip Reuters, ia membasuh kaki sekitar 12 tahanan dalam kunjungan privat yang tak bisa diambil gambarnya untuk kepentingan tahanan.

Vatikan mengatakan, 12 tahanan termasuk tiga perempuan dan seorang pria Muslim memutuskan pindah agama ke Katolik dan akan dibaptis pada Juni mendatang.

Di antara mereka itu, 10 orang warga Italia. Dua lainnya merupakan warga negara Albania dan satu lagu berasal dari kampung halaman Fransiskus, Argentina.

Kunjungan Fransiskus menuai kontroversi bukan hanya karena ia menemui tahanan yang memutuskan pindah agama. Di kalangan Katolik tradisional pun ia dikritik karena mereka percaya bahwa seharusnya yang dicuci kakinya saat Kamis Putih hanya lelaki.

Tapi Fransiskus mengganti ritual itu dengan mengatakan bahwa upacara itu terbuka bagi semua umat Tuhan. “Kita semua pendosa. Kita semua punya cacat,” ujarnya pada tahanan, melalui sebuah khotbah yang diimprovisasi dan disiarkan Radio Vatikan.

Ia melanjutkan, dengan mencuci kaki mereka artinya Fransiskus bahkan rela bekerja selayaknya budak “untuk menabur cinta di antara kita.” Ia mendorong para tahanan itu untuk membantu sesama, baik di antara mereka maupun manusia lebih luasnya.

Dua dari 12 tahanan yang ‘dipilih’ Fransiskus dihukum penjara seumur hidup, sementara 10 lainnya dilepas pada 2019 dan 2073. Dahulu, penjara itu menampung mereka yang membutuhkan perlindungan khusus karena melawan rekan-rekan penjahat demi negara. Kini tahanannya kebanyakan dari kelompok kejahatan terorganisasi.

Fransiskus mengatakan, dirinya mengutuk keras kelompok kejahatan terorganisasi itu. Menurutnya, mereka adalah pemuja kejahatan dan menjauhkan diri mereka dari gereja. Namun, Fransiskus menegaskan mereka bisa diterima kembali jika bertaubat.

Tahun lalu, Fransiskus membasuh dan mencium kaki para pengungsi termasuk yang beragama Muslim, saat Kamis Putih. Pada 2015, Fransiskus juga mengunjungi penjara untuk mencium kaki para narapidana. (cnn/jdz)

Ket Foto : Tahun lalu saat Paus Fransiskud membasuh dan mencium kaki para pengungsi. (REUTERS/Osservatore Romano)