PDAM Kota Kupang Jadwal Ulang Pengaliran Air ke Warga

by -26 views

Kupang, mediantt.com – Ketersediaan dan produksi air baku yang cenderung menurun akibat iklim panas, berdampak pada konsumsi pelanggan terhadap air bersih meningkat dratis. Karena itu, PDAM Kota Kupang berencana menjadwal ulang pengaliran air baku kepada masyarakat. Selain itu, PDAM Kota Kupang juga berharap pembangunan Bendungan Kolhua diwacanakan kembali, karena akan sangat efektif memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Kupang.

“Musim penghujan 2016  berhenti lebih awal pada Februari dengan intensitas sangat rendah, yang berdampak pada musim kemarau yang datang lebih awal di bulan September, dan akan lebih panjang berpengaruh langsung terhadap penurunan debit air baku pada setiap unit produksi PDAM Kota Kupang hingga mencapai  10-20 persen,” ungkap Direktur PDAM Kota Kupang, Noldy D P Mumu, kepada mediantt.com di ruang kerjanya, Selasa (13/9).

Ia menjelaskan, ada tiga 3 sub zona distribusi air baku yang cukup aman dengan ketersedian dan distribusi air cukup baik, meliputi daerah Perumnas ada 2, Lasiana dan Merdeka terdapat sumur-sumur gali, khusus daerah Nefonaek, Perumnas, ada 2 jaringan distribusi air yakni PDAM Kabupaten dan Kota Kupang.

Menurut dia, cover area distribusi air baku PDAM Kota Kupang mencakup 35 kelurahan dari total 51 kelurahan di Kota Kupang. Khusus Kelurahan Penkase dan Alak dengan debit produksi telah mencapai limitnya, ada pelanggan yang dilayani sehingga pengaliran air tidak maksimal sebagai akibat kemarau dan tidak didukung sumber air baku. “Meski telah dilakukan pengeboran sumur, namun hasil air baku yang diperoleh buruk dengan kuantitas produksi kecil,” katanya.

Noldy juga menjelaskan, kondisi air baku dan beberapa program antisipasi PDAM Kota Kupang menghadapi status siaga air baku saat ini dengan menempuh cara-cara, antara lain, pertama,  inisiasi unit produksi baru yang berbasis air tanah/sumur  bor. Ini solusi yang memungkinkan untuk jangka pendek meskipun secara operasional kurang efisien, karena debit  produksi kurang dari 3 liter yang membutuhkan waktu hingga 3 sejak pengeboran sampai tahap produksi air baku dengan didukung dan dibantu oleh Dinas PU Kota Kupang dan PU Provinsi NTT untuk membantu menambah titik sumur bor baru.

Kedua, mengintensifkan kerja sama dengan BLUD SPAM Propinsi NTT untuk mendapatkan pasokan tambahan air baku dari Bendungan Tilong. Namun saat ini debit air di Bendungan Tilong makin menyusut dengan kualitas air makin menurun karena endapan lumpur semakin tinggi.

Ketiga, me-reschedule atau penjadwalan ulang distribusi air baku dengan pengurangan pasokan air baku, misalnya semula 1 minggu 4 kali pengaliran, menjadi 2 kali pengaliran. Jika semula 1 minggu 2 kali pengaliran, menjadi 1 kali pengaliran, agar distribusi air baku masih tetap terdistribusi ke semua pelanggan walaupun dengan volume kecil.

Keempat, meminta agar wacana pembangunan Bendungan Kolhua dilanjutkan, jika terealisasi dapat menghasilkan air baku 150 liter per detik yang bisa memenuhi kebutuhan air bersih kepada 90 ribu jiwa. (rony banase)

Foto : Direktur PDAM Kota Kupang, Noldy DP Mumu.