Kalabahi, mediantt.com — Bupati Alor, Amon Djobo, dalam penjelasannya pada sidang DPRD Pembahasan dan Penetapan Ranperda tentang perubahan APBD 2015, di Aula DPRD Alor, Rabu (26/8/15) sempat menyinggung isue nonjob terhadap Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekreatif) Alor, Sri Inang Ananda Enga. Menurut dia, di lingkup PNS Setda Alor dan masyarakat umum sudah termakan isue tersebut.

“Menyangkut dengan pariwisata, inilah yang saya mau bilang kita semua sudah termakan isue. Saya tidak pernah sepi dari semua yang namanya status di media sosial (Medsos) facebook oleh sekelompok orang. Saya punya HP ini tidak pernah buka facebook, tetapi kalau orang caci maki di status, itulah konsekuensi dari sebuah jabatan. Di era sekarang sudah ada hal-hal seperti itu, lalu kita harus percaya bagaimana,” ungkap Bupati Djobo.

Dia meminta agar masyarakat jangan termakan isue, begini ceritanya. “Kadis Parekreatif Alor siapa yang ada kasih nonjob, kan tidak ada bukti. Waktu itu, saya pas mau berangkat ke Kementerian Pariwisata RI guna menjelaskan dua item kegiatan besar yang akan dilaksanakan di Alor, pada tanggal 15-20 September 2015 mendatang. Diantaranya, Festival Adventure Indonesia (FAI) dan Alor Bahari Festival. Karena kegiatan akan dihadiri juga Menteri Pariwisata dan beberapa Deputi,” katanya.

Di jajaran pariwisata Alor, kata Bupati Djobo, kita masih memiliki rapor merah di Kementerian sejak tahun 2013, salah satu mubazirnya proyek pelabuhan jetty yang dibiayai Kementerian. Nah, kita sebentar lagi melaksanakn dua kegiatan besar ini. “Waktu itu saya tanya bahannya ada atau tidak untuk saya presentasekan di Kementerian. Sebab, yang nanti memberikan penjelasan ke Menteri itu Bupati, bukan hansip atau RT jadi pergi omong sembarang-sembarang juga tidak apa-apa,” jelasnya.

Selanjutnya, demikian Djobo, karena Kadis Parekreatif dalam keadaan sakit, pihaknya meminta Sekda untuk diangkat Plt Kadis. “Saya bilang karena ibu masih sakit, kita angkat Plt sementara. Sebab, ini dua item kegiatan besar. Nanti sampai Kadis sudah sembuh baru kembali menjabat Kadis, lain hal dengan pemberhentian dari jabatan. Sekarang apa, persoalan tambah rumit, saya juga jadi malu sendiri,” tandasnya.

Bupati Djobo dalam kesempatan itu juga mengklarifikasi dua pejabat Alor yang diduga kuat melakukan tindakan amoral di salah satu hotel ternama di Kota Kupang satu pekan lalu. “Waktu itu saya masih di Kupang setelah pulang dari Jakarta. Ada yang sms ke saya. Karena itu, begitu pulang saya kumpulkan semua SKPD. Yah, banyak isue bahwa pejabat pergi selingkuh dan istrinya tangkap, padahal itu semua tidak betul. Saya panggil istrinya datang dan tanya, betul orang ada selingkuh di itu hotel dia bilang tidak. Terus bagaimana orang bisa kasih naik di status buat rusak nama pemerintahan,” katanya.

Menariknya, disaksikan mediantt.com, Bupati Djobo saat dalam penjelasan terkait kasus amoral dan isue nonjobkan Kadis Parekreatif Alor dicut salah satu anggota DPRD Alor, yang diduga kuat suami Sri Inang Ananda Enga, Aris Wahyudi. “Stop, berhenti omong. Lanjutkan pembicaraan pada agenda lain,” tegas oknum anggota dewan ini membuat situasi sidang sempat hening, kemudian Bupati Djobo lanjutkan pembicaraan ke agenda lain. (joka)

Foto : Suasana sidang pembahasan dan penetapan Ranperda tentang perubahan APBD Alor 2015 di Aula DPRD Alor, Rabu (26/08/15).

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of