Walikota Tugaskan Sekda Bentuk Tim Khusus Kasus Bentak Wakil Walikota

by -92 views

Kupang, mediantt.com –  Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengaku sangat kecewa dengan kasus ASN membentak Wakil Walikota, Herman Man, di ruang kerjanya, pekan lalu. Kasus ini vidionya viral di medsos dan menjadi diskusi hangat di kalangan publik. Karena itu, Walikota Jefri menugaskan Sekda Kota Kupang, Bernard Benu, untuk membentuk Tim Khusus dan segera memeriksa dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melakukan keributan dan membentak wakil walikota itu.

“Saya sudah diperintahkan oleh Pak Wali untuk membentuk tim Khusus ini, mereka akan melakukan pemeriksaa terhdap dua ASN yang melajukan keributan di ruangan Pak Wakil Walikota beberapa hari lalu,” tegas Sekertaris Daerah (Sekda), Kota Kupang, Bernadus Benu, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, (6/11/2017).

Ia mengatakan, Tim Khusus ini terdiri dari Badan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Inspektorat Kota Kupang. “Tim Khusus ini akan bertugas melakukan investigasi terhadap persoalan tersebut,” ujarnya.

Menurut Sekda Benu,  mulai hari ini (Senin, red), Pemkot akan mengeluarkan surat pembentukan Tim khusus tersebut dan langsung diberikan kewenangan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ASN itu.

Benu mengatakan, Tim Khusus ini akan diberikan waktu satu minggu dalam melaksankan pemeriksaan. Hasil dari Pemeriksaan itu, selanjutnya akan diserahkan kepada Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, untuk kemudian diambil keputusan.

“Tim Khusus ini hanya mempunyai wewenang untuk melakukan pemeriksaan, keputusan terakhir ada di tangan Walikota selaku pembina ASN di Kota Kupang,” sebutnya.

Disinggung soal langkah hukum yang akan diambil, Benu mengatakan, hal itu diluar kewenangannnya sebagai Sekretaris Daerah. Sementara, mengenai sanksi yang akan diberikan, bila terbukti melanggar etika atau aturan, Benu belum bisa berkomentar lebih jauh, karena harus menunggu hasil pemeriksaan yang dilkakukan Tim Khusus.

“Tim dari Inspekrotrat dan BKD ini kan tim yang profesional, maka saya tidak boleh mendahului pemeriksaan yang dilakukan oleh mereka. Nanti selesai pemeriksaan baru kita mulai bicara,” ujar Benu.

Sekda Benu  menambahkan, agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi, Pemkot Kupang akan meperketat pengawasan di lingkungan Pemkot terutama kepada Walikota dan Wakil Walikota Kupang.

“Peristiwa kemarin itu memang satu hal yang harus kita waspadai, karena setiap waktu, hal yang kita tidak inginkan bisa saja terjadi,” ujarnya.  (deny)