Pemkot Kupang Siapkan Subsidi Rumah untuk Guru

by -163 views

Kupang, mediantt.com – Ini kabar gembira bagi para guru di wilayah Pemerintah Kota Kupang. Walikota Kupang, Dr Jefri Riwu Kore, menyatakan komitmennya untuk memperhatikan kesejahteraan para guru. Salah satu caranya, mengkaji tanah milik Pemkot untuk membangun rumah murah yang sederhana untuk para guru di Kota Kupang. Rumah itu akan disubsidi dan para guru hanya dikenakan membayar cicilan tahunan.

“Pemerintah memiliki tekad untuk memperhatikan kesejahteraan para guru. Pemerintah sudah saatnya memberikan perhatian serius kepada para guru. Kalau bukan karena guru maka pemerintah tidak ada,” tegas Walikota Kupang Jefirstson R Riwu Kore, pada perayaan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-72 di GOR Oepoi Kupang, Rabu (29/11/2017).

Walikota Jefri menyebutkan, salah satu caranya dengan  menyediakan rumah murah serta menaikkan tunjangan para guru. Ia mengaku sudah bertemu Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Boby Lianto meminta mengkaji rencana tersebut.

“Saya ingin guru saya, punya rumah walaupun sederhana. Tujuan saya membantu guru, apakah REI bisa bantu guru membangun rumah dan tanah dari pemerintah sehingga harga sangat murah. Saya sampaikan untuk dikaji dan pemerintah akan memberikan potongan pajak,”katanya.

Walikota mencontohkan, uang muka rumah MBR sebesar Rp1,5 juta, ditambah Pajak Biaya Perolehan Atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp 4,5 juta. Biaya-biaya tersebut yang akan disubsidi pemerintah sehingga masyarakat terbantu.

“Pemerintah Kota membantu uang mukanya sebagai bagian dari tanggungjawab pemerintah untuk membantu guru yang belum punya rumah. Ini khusus bagi guru-guru yang memang belum punya rumah. Mudah-mudahan rencana ini tahun sudah realisasi,” katanya.

Ia juga menjelaskan, para guru yang akan mendapatkan rumah harus mememuhi persyaratan. Pembagiannya pun dilakukan lewat undian demi arasa keadilan. Misalnya, rumah tersedia 1000 unit sementara jumlah guru 7000 orang, maka yang dapat 1000 orang.

“Ada syaratnya, semua harus mendaftar, kemudian diundi. Kita undi secara fair dan adil semua. Kalau tidak undi bisa bahaya. Itulah tekad pemerintah untuk guru-guru,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Ketua PGRI Kota Kupang, Filmon Lulupoy dalam sambutannya mengatakan, para guru adalah ujung tombak pembangunan pendidikan. Di tangan para guru anak bangsa dididik menjadi pribadi yang berkarakter. Kata dia, sudah saatnya guru dibedikan apresiasi dan penghargaan.

“Guru dapat menjadikan anak didik yang cerdas dan kreatif. Guru menjadi sosok inspiratif yang mengembangkan sikap luhur, yang mampu mengembangkan peserta didik menjadi genarasi yang membanggakan,”ujarnya.

Ujung Tombak

Walikota Jefri Riwu Kore juga menegaskan, karena didikan seorang guru, maka ia bisa menempati jabatan seperti saat ini. “Guru adalah figur yang tidak terlepas dari kesuksesan setiap orang sebab gurulah yang menempa seorang murid hingga sukses. Dari gurulah kita bisa menjadi manusia yang luar biasa, dan dari gurulah kita bisa jadi pejabat,” tegas Jefri Riwu Kore dalam sambutanya.

Ia mengatakan, di tangan guru buat keluarga bangga akan keberhasilan anaknya, serta dari didikan para guru seseorang dapat berhasil dan memperoleh jabatan. Untuk itu, perlu disadari bahwa dari didikan para guru kita mampu sukses dan jadi orang yang luar biasa sehingga harus diakui guru adalah ujung tombak bangsa dan negara ini.

”Tanpa sadar  keberadaan bangsa ini sudah berada di ujuang nadi. Hal ini dapat kita contohkan seorang guru hanya mengetuk kepala siswa saja, langsung lapor polisi. Hal yang dilakukan guru ini, mungkin saja anak itu nakal atau tidak displin, sehingga mungkin dengan mengetuk kepala murid tersebut dengan tujuan agar anak itu tau disiplin menjadi seorang siswa yang baik, kecuali guru pukul hingga memar atau hingga luka, itu baru bisa kita laporkan ke polisi,” tegas Walikota, mengingatkan.

Disisi lain, tambah dia, pemerintah sadari dalam mengharapkan suatu mutu pendidikan yang baik bagi anak-anak, tentunya pemerintah harus punya tanggungjawab besar bagaimana memenuhi akan hak-hak guru. “Untuk itu, sejak saya dilantik menjadi walikota, salah satu tugas utama saya yakni bagaimana memberikan perhatian kepada guru,” kata Walikota yang juga Kettua DPD Partai Demokrat NTT ini. (*/jdz)

Ket Foto : Walikta Kupang, Jefri Riwu Kore, bersama pimpinan DPRD Kota Kupang, menandatangani APBD Kota Kupang TA 2018, hasil sidang III DPRD Kota Kupang.