Dahsyat! Di Sikka, Ombak Tujuh Meter Lewati Atap Rumah

by -27 views

Maumere, mediantt.com – Laut Sawu di pantai selatan Sikka mengamuk pada Rabu (3/8) sekitar pukul 11.00 Wita, di Desa Watutedang, Kecamatan Lela. Gelombang pasang yang begitu dahsyat mengakibatkan ombak setinggi tujuh meter sampai melewati atap rumah warga. Hempasan ombak ke daratan bisa mencapai 30-an meter.

Akibatnya, 18 rumah di Dusun Ililewa da Tikang mengalami abrasi karena diterjang gelombang pasang. 92 warga terpaksa dievakuasi ke rumah-rumah keluarga di sekitarnya. Di antaranya ada 1 orang balita, dan 64 pelajar dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas.
Pantauan mediantt.com di lokasi kejadian, Kamis (4/8), lima rumah di RT 5/RW 2 mengalami kerusakan parah.Sementara 13 rumah lainnya yang tersebar di RT 4/RW 2, RT 5/RW 2 dan RT 9/RW 2 mengalami rusak ringan. Rumah-rumah yang rusak ini letaknya hanya beberapa meter dari pinggir pantai. Tidak ada turap penahan gelombang yang membatasi rumah warga dengan pesisir pantai.

Ketua RT 5 Maximus Milianus menjelaskan, gelombang pasang sudah terjadi sejak Selasa (2/8) pagi, dan puncaknya pada Rabu (3/8). Kejadian ini membuat warga panik dan langsung mengevakuasi semua harta benda ke luar rumah. Warga pun beramai-ramai membongkar atap rumah yang terbuat dari genteng.

“Pantai selatan memang terkenal dengan gelombang pasang yang ganas. Selama ini memang kami aman-aman saja. Ini pertama kali, dan terjadi begitu dahsyat. Bayangkan ombak bisa mencapai tujuh meter sampai melewati atap rumah,” cerita dia.

Ia pun menggambarkan kepanikan warga yang begitu luar biasa saat gelombang pasang menerjang rumah-rumah warga. Ada warga yang berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. Sementara warga lain berupaya mengevakuasi barang-barang yang bisa diselamatkan.

Relokasi

Kepala Desa Watutedang, Rofinus Reko, menjelaskan, gelombang pasang ini telah merusakan 18 bangunan rumah di dua dusun. Yang paling banyak di Dusun Ililewa yakni 12 rumah milik Marianus Petrus Hengki, Kanisius Baba, Mathias Tiu, Maria Irgenis Dua Soru, Anselmus Ola, Gervasius Leo, Gabriel Adrianus Andris, Dua Nona Ance, Maria Fatima Paulus Moa Maro, dan Anisetus Gonsales. Sedangkan 6 rumah di Dusun Tikang milik Antonius Suantono, Ferdinandus Novertus, Servulus Caritas Domini, Januarius Don Bosco, Valerius Prispin, dan Edeltrudis Bunga Sengsara.

Untuk sementara para korban gelombang pasang dievakuasi ke rumah-rumah keluarga. Sementara barang-barang milik korban dievakuasi di sekitar rumah mereka.

Menurut dia, setiap tahun desanya selalu terancam gelombang pasang. Karena itu, dalam beberapa kali kesempatan dia sudah berkali-kali mengingatkan agar warga tidak lagi membangun rumah atau bangunan apa saja di pesisir pantai, sehingga bisa terhindar dari gelombang pasang dan abrasi.

Dengan kondisi yang terjadi sekarang, tambahnya, warga sudah mulai menyadari agar segera direlokasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Dia menyambut gembira keinginan warga ini, dan rencananya akan meneruskan ke pemerintahan kecamatan dan kabupten untuk dapat ditindaklanjuti.

“Memang kami sudah buka jalan baru ke Kloang Lorang yang bisa tembus sampai ke Desa Iligai. Sengaja kami buka akses ini agar warga berpindah konsentrasi untuk membangun pemukiman di situ. Syukurlah kalau warga sudah mau relokasi,” jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka langsung ke lokasi beberapa jam pasca gelombang pasang. Petugas BPBD mendata warga korban dan rumah-rumah yang rusak untuk segera disalurkan bantuan.
Rabu (3/8) malam, BPBD telah menyalurkan bantuan darurat berupa beras, kopi, gula, makanan dos, obat-obatan, dan tikar. Kemudian pada Kamis (4/8) disalurkan lagi bantuan susulan berupa beras, kopi, gula, family kids, tikar, lauk-pauk siap saji, dan terpal.

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera yang berkesempatan mengunjungi para korban, Kamis (4/8), menyerahkan bantuan secara simblois kepada perwakilan korban. Warga korban juga menerima bantuan dari anggota DPRD Fraksi PAN Filario Charles Bertrandi berupa beras dan air mineral, bantuan dari pemerintahan desa setempat berupa beras, air mineral, minyak goreng, telur, sarimie, sabun cuci, dan teh. Dinas Sosial Nakertrans Kabupaten Sikka pun sudah menyalurkan bantuan.

Setuju Relokasi

Bupati Yoseph Ansar Rera juga sependapat dengan keinginan warga untuk relokasi ke tempat yang baru. Kata dia, pemukiman warga masyarakat yang langsung berdekatan dengan pesisir pantai sudah tidak layak lagi dihuni.

“Lokasi ini sudah tidak layak, harus segera relokasi ke tempat yang baru. Nanti pemerintah akan bantu bahan-bahan lokal. Kami berharap secepatnya, namun harus ada proses sehingga butuh waktu. Karena itu kami juga butuh pemahaman masyarakat agar kami diberikan kelonggaran waktu untuk melaksanakan relokasi,” jelas Bupati Yoseph Ansar Rera.

Maximus Milianus, Ketua RT 5 menegaskan bawa masyarakat siap relokasi ke tempat yang baru. Namun dia berharap agar pemerintah tidak saja membantu bahan-bahan lokal, tetapi mestinya juga memikirkan lahan bagi masyarakat yang akan relokasi.

Soal permintaan lahan agar disiapkan oleh pemerintah, Ansar Rera menjawab agar masyarakat boleh memanfaatkan lahan milik keluarga. Prinsipnya, pemerintah hanya bisa membantu bahan-bahan lokal saja.
“Jika warga telah direlokasi, maka lokasi pemukiman yang lama akan dijadikan ruang terbuka hijau, yang akan ditanam pohon-pohon untuk bisa mengeliminir hempasan gelombang pasang,” kata Ansar Rera. (vicky da gomez)

Foto: Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera meninjau rumah-rumah warga yang rusak akibat diterjang gelombang pasang, Kamis (4/8).