YW Tidak Pernah Ikut Ujian Persamaan Paket C

by -91 views

Maumere, mediantt.com – Kasus dugaan ijazah palsu yang digunakan YW, seorang kepala desa di Sikka, mulai ada titik terang. Dari penelurusan mediantt.com, terungkap fakta bahwa nama YW tidak pernah terdaftar sebagai peserta ujian persamaan untuk mengambil ijazah Paket C pada tahun 2007.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Sikka, Simon Subsidi, yang dihubungi di ruang kerjanya, Selasa (1/3), mengaku baru mengetahui informasi dugaan ijazah palsu dari wartawan. Ia berjanji menelusuri terlebih dahulu sebelum menyampaikan informasi resmi tentang dugaan ijazah palsu yang melibatkan YW.

Mantan Kepala Inspektorat Sikka ini berencana manyampaikan informasi ini kepada Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera. Persoalannya, YW baru saja dilantik Bupati Sikka pada Senin (29/2) bersama 31 kepala desa lainnya.

Simon Subsidi sempat memanggil Benediktus Lewe, bendahara gaji pada Dinas PPO, yang sebelumnya pernah menjadi staf pada Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) sejak 1995 sampai 2014. Dari Benediktus Lewe, dia mendapat banyak informasi terkait dugaan ijazah palsu.

Sebelumnya, sejumlah wartawan telah menemui Benediktus Lewe di ruang Bidang PLS Dinas PPO. Pria ini diketahui berperan penting pada proses penerimaan ujian persamaan selama menjadi staf PLS. Dia juga diberi tugas menulis seluruh data pada ijazah, termasuk untuk ijazah Paket C Tahun 2007.

Benediktus Lewe pun memiliki buku catatan tentang peserta yang sudah mengambil ijazah persamaan. Pada buku data pengambilan ijazah dia menulis keterangan pengambilan ijazah, dari nama peserta, nomor ijazah, nomor seri, tanggal pengambilan dan tanda tangan peserta.

Soal dugaan ijazah palsu, Benediktus Lewe menegaskan, YW tidak pernah terdaftar sebagai peserta ujian persamaan untuk mengambil ijazah Paket C pada tahun 2007. Karena itu, dia mengaku heran YW menggunakan ijazah Paket C Tahun 2007 untuk mengikuti proses pencalonan kepala desa.

“Kalau dia pakai ijazah Paket C Tahun 2007, saya menduga itu ijazah palsu. Dia tidak pernah terdaftar di tahun 2007, bahkan dari tahun 1995 sejak saya bertugas di PLS sampai tahun 2014, tidak ada yang namanya YW sebagai  sebagai peserta Paket A, Paket B, dan Paket C,” jelas Benediktus Lewe sambil memegang fotocopy ijazah Paket C Tahun 2007 milik YW yang diduga palsu.

Dari fisik fotocopy ijazah Paket C yang diduga palsu, Benediktus Lewe menyebut beberapa indikasi yang meragukan. Pertama, huruf asli Benediktus Lewe hanya tertinggal pada tulisan nomor seri dan tulisan nama kepala dinas, sedangkan tulisan lainnya sudah bukan hurufnya lagi. Kedua, selain cap tiga jari di atas foto, terlihat juga ada tanda tangan dari samping kiri foto. Menurut dia, untuk ijazah hanya berlaku cap jempol tanpa tanda tangan. Ketiga, cap stempel Dinas Pendidikan yang asli diameternya lebih kecil jika dibandingkan dengan diameter cap stempel Dinas Pendidikan pada fotocopy ijazah tersebut.

Dia menambahkan, nomor induk 094, nomor seri 24PC0800038, dan nomor ijazah 138618 yang tertera pada fotocopy ijazah yang diduga palsu, adalah milik seorang peserta bernama Fransiska Karolina. Peserta ini tidak lulus pada SMAK St. Gabriel, dan waktu itu langsung mengikuti ujian persamaan.

Nama Fransiska Karolina juga terdata pada buku pengambilan ijazah, di mana yang bersangkutan mengambil ijazah Paket C Tahun 2007 pada 14 Februari 2008. Bahkan untuk memperjelas, Benediktus Lewe sengaja melingkari nama Fransiska Karolina pada buku pengambilan ijazah dengan tinta berwarna merah.

Seperti diberitakan, seorang kepala desa berinitial YW diduga menggunakan ijazah palsu ketika mengikuti proses pencalonan kepala desa baru-baru ini. YW bersama 31 orang kepala desa terpilih, telah dilantik sebagai kepala desa definitif untuk gelombang pertama oleh Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera bertempat di Aula Kampus Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Senin (29/2).

Ijazah Paket C milik YW yang diduga palus ini dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka pada 24 Juli 2007. Ijazah ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Sikka Robertus S. da Silva, dan pengesahan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Agustinus Hermens. (vicky da gomez)

Foto: Benediktus Lewe, mantan staf pada Bidang PLS Dinas PPO Sikka memperlihatkan ijazah Paket C milik YW yang diduga palsu.