Produksi Pertanian Ende Belum Beri Nilai Tambah

by -40 views

Ende, mediantt.com — Wakil Bupati Ende Djafar Achmad mengatakan, pembangunan sektor pertanian lima tahunan dari sisi produksi belum memberi nilai tambah yang signifikant.Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengelolaan pasca panen dan rantai pasar yang tidak menguntungkan petani.
Wabup Djafar mengatakan hal ini saat membuka Seminar Regional Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah, Senin (7/12) di lantai dua Kantor Bupati Ende. Selain permasalahan itu, sebut dia, belum optimalnya produksi dan produktivitas tanaman perkebunan seperti kakao, pemanfaatan lahan yang sama untuk berbagai komoditas, “Kelembagaan perekonomian desa belum berjalan baik sehingga rendahnya posisi tawar petani dalam pasaran,” katanya.
Untuk itu, ia berharap agar seminar ini bisa menghasilkan rumusan penting dalam pengembangan produk unggulan daerah,melalui pengembangan kakao berbasis karakteristik daerah, peningkatan SDM petani kakao, kualitas dan kontinuitas, modal dan akses pasar, juga penyerapan tenaga kerja sehingga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
“Seminar ini diharapkan memberikan masukan dan saran yang konstruktif terkit hasil kajian iklim usaha bagi peningkatan rantai nilai usaha,pengembangan produk unggulan kakao secara holistic, mulai dari budi daya pengolahan dan ekspor kakao di Ende” kata Djafar Achmad.
Direktru Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPPOD) Robert Ende Jaweng mengatakan, kegiatan seminar dan desiminasi ini bermaksud menyampaikan hasil riset need assesment yang sudah dilakukan di Ende untuk mendapatkan masukan-masukan atas hasil laporan itu.
“Kita juga akan menggali usulan untuk tahapan-tahapan selanjutnya yakni advokasi dan asistensi tekhnis” kata Robert.
Ia menyebutkan,KPPOD dengan didukung FORD Foundation ingin memberi kontribusi bagi pencipttaan lingkungan investasi yang kondusip khsusnya aktifitas petani kakao. “Diharapkan program ini bisa mendukung usaha kakao dalam pengembangan on farm maupun off farm yang melibatkan berbagai aspek dari rantai nilai budidaya, baik tahap bercocok t.anam, pengumpulan, perdagangan, pengolahan dan ekspor,” kata Robert (ale)

Foto : Wakil Bupati Ende dalam satu kesempatan memberi sambutan