Pemprov NTT Siapkan Beasiswa Untuk 2.000 Mahasiswa Miskin

by -84 views

Kupang, mediantt.com — Gubernur NTT, Drs Lebu Raya, mengatakan, dalam tahun anggaran 2015 ini, pemerintah provinsi menyiapkan dana beasiswa untuk 2.000 mahasiswa di NTT. “Pemerintah NTT telah menyiapkan dana beasiswa untuk 2.000 mahasiswa di daerah ini,” kata Frans Lebu Raya kepada wartawan di Rumah Jabatan Gubernur, usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2015).
.Menurutnya, pemberian beasiswa itu sebagai tindak lanjuti program pemerintah bagi mahasiswa tidak mampu atau miskin. “Untuk tahun anggaraan 2015, pemerintah daerah NTT telah mengalokasikan anggaran untuk 2.000 orang mahasiswa. Saya tidak ingat persis berapa dana yang dialokasikan dari APBD NTT,” katanya.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, pemberian beasiswa itu sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan bagi generasi penerus masa depan di NTT. Namun, Gubernur NTT tidak menjelaskan besaran dana beasiswa yang berhak diterima oleh setiap mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu.

“Pemerintah fokus pada anak-anak mahasiswa yang sedang mengikuti proses belajar di perguruan tinggi yang ada di daerah ini, tetapi tidak mengabaikan mahasiswa NTT yang tugas belajar di luar daerah,” jelasnya.

Ia juga meminta agar semua perguruan tinggi di NTT segera mengusulkan nama-nama mahasiswa yang kurang mampu untuk menerima beasiswa tersebut.

Belum Berijazah Sarjana

Gubernur Lebu Raya juga mengatakan, sebanyak 35.947 guru atau 36,81 persen dari 97.660 guru di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), belum berpendidikan sarjana, baik SI maupun S2.

Menurutnya, merujuk pada data dari Dinas Pendidikan hingga April 2015, jumlah guru yang berijasah SMA sebanyak 20.699 orang (21,19 persen), D1 sebanyak 1.338 orang (1,37 persen), D2 8.963 orang (9,18 persen), D3 sebanyak 4.947 orang (5,07 persen), S1 sebanyak 61.440 orang (62,91 persen) dan S2 sebanyak 273 orang (0,28 persen).
“Jumlah guru berijasah di bawah sarjana cukup tinggi, kami sudah laporkan (masalah ini) ke menteri pendidikan. Karena itu, untuk meningkatkan mutu kompetensi dan kapasitas para guru yang belum sarjana, maka kita akan terus bekerja sama dengan Universitas Terbuka agar guru yang belum sarjana bisa melanjutkan kuliah,” kata Lebu Raya .
Selain itu, lanjut dia, pemerintah provinsi juga akan mendorong para guru yang belum berijazah sarjana untuk melakukan kuliah mandiri, melalui dana bantuan sosial dari Biro Keuangan Pemprov NTT.

Masih Gunakan Kapur Tulis

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk menjelaskan, hingga saat ini, sejumlah sekolah di Provinsi NTT masih menggunakan papan tulis hitam dan kapur tulis dalam proses belajar mengajar (KMB). Padahal sekolah-sekolah lainnya di berbagai kota sudah menggunakan berbagai peralatan modern seperti infokus.
“Penyebab utama masalah ini adalah belum adanya jaringan listrik yang menjangkau beberapa sekolah khususnya yang berada di pelosok pedesaan,” kaatanya krpada wartawan usai usai upacara Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2015).
Karena itu, kata dia, sangat sulit bagi pihaknya memberlakukan sistem KMB elektrik di seluruh sekolah di NTT karena berbagai masalah. Dari konstruksi bangunan sekolahnya saja, kata Petrus, banyak sekolah yang masih mengunakan kursi dan meja belajar yang terbuat dari bambu.
“Kita harus realistis bahwa sangat sulit untuk menyeragamkan metode KMB dengan menggunakan infokus untuk semua sekolah yang berada di NTT. Tetapi untuk sekolah yang berada di ibu kota kabupaten, dipastikan bisa diterapkan metode itu. Memang sudah banyak sekolah yang beralih ke infokus tapi masih banyak pula yang menggunakan kapur tulis,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk sekolah-sekolah yang masih menggunakan kapur tulis, pemerintah akan mendorong untuk segera beralih ke papan tulis putih dengan memakai spidol sebagai alat tulis. (st/jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments