Perdana Menteri Xanana Gusmao Mundur

by -37 views

DILI – Perdana Menteri (PM) Timor Leste Xanana Gusmao mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri Xanana Gusmao telah diserahkan kepada kantor kepresidenan Timor Leste.
“Pemerintah memastikan bahwa Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao telah mengirimkan surat pengunduran dirinya dari jabatan perdana menteri kepada Presiden Taur Matan Ruak,” jelas juru bicara Pemerintahan Timor Leste seperti dilansir Reuters, Jumat (6/2/2015).
“Kini saatnya bagi Presiden untuk mempertimbangkan dan menanggapi surat pengunduran diri ini,” imbuh juru bicara tersebut.
Tidak disebutkan alasan pengunduran diri mantan gerilyawan berusia 68 tahun ini dari jabatan yang dipegangnya sejak tahun 2007 ini. Namun diketahui bahwa sejak setahun lalu, Xanana telah mengisyaratkan dirinya akan mundur untuk memberikan kesempatan pada generasi muda memimpin Timor Leste.
Xanana yang berusia 68 ini, merupakan presiden Timor Leste pertama setelah negeri miskin itu melepaskan diri dari Indonesia. Dia menjabat sebagai Presiden Timor Leste pada periode Mei 2002 hingga Mei 2007 silam.
Pasca Xanana mengundurkan diri, belum diketahui secara pasti siapa yang akan menjadi penggantinya. Para pengamat politik setempat menyebut sejumlah nama yang berpeluang menjadi pengganti Xanana, seperti mantan Menteri Kesehatan Rui Araujo dan Menteri Negara Agio Pereira.
Terlepas dari itu semua, Xanana dan Presiden Taur Matan Ruak dijadwalkan akan menggelar pertemuan pada pekan ini untuk membahas soal restrukturisasi pemerintah.
Kini, Xanana Gusmao tengah menunggu tanggapan Presiden Taur Matan Ruak setelah mengajukan surat pengunduran diri tersebut. “Sekarang waktunya presiden republik ini untuk mempertimbangkan dan menanggapi surat pengunduran diri itu,” ujar juru bicara pemerintah dalam pernyataan yang dilansir Reuters.

Laporan sebelumnya menyebutkan, Xanana mengungkapkan rencana pengunduran dirinya sejak dua minggu lalu. Dia mengemukakannya saat pertemuan dengan sebagian besar pejabat pemerintah di ibu kota Timor Leste, Dili, 28 Januari.

Isyaratkan TL Kembali ke NKRI

Pada Oktober 2014 lalu, ketika menghadiri undangan pemerintah Indonesia dalam rangka HUT ke-69 TNI yang dipusatkan di Pelabuhan Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Xanana Gusmao memberi sinyal kemungkinan negaranya akan bergabung kembali dengan pemerintah Indonesia, setelah berpisah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selama 15 tahun.
“Timor Leste harus bergabung dengan Indonesia, kami butuh pemimpin baru,” tutur Xanana Gusmao di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014).
Saat itu, ia juga mengaku sangat berterima kasih atas undangan yang diberikan pemerintah Indonesia, terutama TNI dalam rangka HUT ke-69 TNI.
Mantan pejuang pro-referendum ini juga sangat mengapresiasi kemajuan pesat Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) yang dimiliki TNI selama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas undangan dan kerja samanya selama ini. Saya juga perlu ucapkan Dirgahayu TNI,” terang Xanana Gusmao.
Timor Leste diduduki oleh Portugal selama lebih dari 450 tahun. Kemudian menjadi bagian dari Indonesia selama 24 tahun. Pada saat masih bergabung dengan NKRI, nama Timor Leste adalah Timor Timur yang merupakan provinsi ke-27 Indonesia.
Namun pada tahun 1999, Timor Timur memisahkan diri dari kedaulatan NKRI dalam referendum di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sekarang menjadi negara dengan nama resmi Republik Demokratik Timor Leste atau Timor Lorosa’e. (dtc/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments