OTG Tak Mau Ditangani Paramedis, Marius : Jangan Egois!

by -53 views

KUPANG – Sikap dan perilaku tidak terpuji ditunjukkan salah seorang yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Manggarai Barat. Saat para medis mendatangi rumah OTG itu, terjadi perdebatan sengit antara OTG dengan para petugas medis. Padahal kehadiran para petugas medis tersebut untuk membantu agar tidak terjadi penyebaran dan penularan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Mabar khususnya dan di Provinsi NTT pada umumnya.

“Hari ini kami juga memantau salah seorang yang berstatus OTG di Labuan Bajo yang ketika para medis kita datang untuk memeriksa beliau tidak mau diperiksa. Bahkan berdebat dengan tim medis. Kami harapkan sikap seperti ini tidak boleh ada,” tegas juru bicara gugus tugas percepatana penanganan Covid-19 NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Selasa (28/4/2020) malam.

Menurut Marius, berdasarkan pengalaman OTG yang datang dari daerah terpapar virus atau negara terpapar virus dan pernah kontak dengan orang yang tertular virus corona di dalam dirinya ada juga potensi terpapar virus corona. “Karena itu Bapak Gubernur dan Bapak Wagub mendorong kita semua di seluruh NTT untuk bisa mematuhi protokol-protokol kesehatan,” katanya.

Dia menambahkan, “Kasihan sekali para medis sudah susah payah datang ke rumah anda lalu anda masih berdebat untuk menolak kedatangan mereka. Padahal mereka datang menyelamatkan anda. Menyelamatkan keluarga anda. Menyelamatkan kita semua. Kita harapkan perilaku seperti ini tidak ada lagi di NTT; jangan egois, jangan ingat diri tapi ingatlah 5,4 juta penduduk NTT”.

Semua pihak, sebut Marius, harus bisa bekerja sama agar bisa memutus rantai penyebaran virus corona di NTT. “Satu hal yang perlu kami sampaikan kerja sama yang tersinergi antara semua infrastruktur pemerintah baik TNI/Polri maupun infrastruktur pemerintahan sipil mulai dari provinsi sampai ke ketua RT dan RW yang dikoordinasi oleh Kepala Desa kita masing-masing di seluruh NTT kita harapkan kerja sama dengan baik. 5,4 juta penduduk NTT bertanggung jawab penuh untuk menjaga NTT bebas dari penyebaran virus corona,” tandas Marius seraya menambahkan, “Tidak hanya pemerintah tetapi seluruh rakyat NTT tanpa kecuali menjaga NTT dari kemungkinan penyebaran virus corona”.

Tata kelola percepatan penanganan Covid-19 di NTT, sambung mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, menjadi perhatian dunia internasional. “Sampai hari ini perhatian dari dunia internasional juga nasinoal terhadap NTT begitu tinggi. Mengapa? Karena berbagai kebijakan Pemprov NTT dan kab/kota yang mengontrol secara ketat, mengawasi secara ketat pelabuhan dan bandara sebelum Menteri Perhubungan RI mengeluarkan peraturan untuk membatasi bahkan meniadakan sementara pelayaran penumpang dan juga penerbangan. Kecuali untuk logistik dan juga fasilitas kesehatan dan obat-obatan,” jelas dia.

Ternyata dengan membatasi hilir mudik manusia di suatu wilayah, kata Marius, sangat berdampak terhadap melambatnya penularan virus corona. “Kalau kita perhatikan di televisi ketika PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dijalankan secara baik di Jakarta; ada pengaruh yang sangat signifikan terhadap melambatnya pertumbuhan orang yang tertular virus. Karena dengan pembatasan sosial berskala besar, hilir mudik manusia dibatasi bahkan ditiadakan untuk sementara. Dari situ kita bisa mengambil kesimpulan bahwa hilir mudik manusia; arus manusia yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain sangat potensial untuk menyebar virus corona. Karena itu, kita harapkan seluruh masyarakat NTT tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan,” kata Marius.

PDP Meninggal Lagi

Pada bagian lain, Marius juga menuturkan, ada penambahan angka PDP yang meninggal dunia. “Perlu kami sampaikan bahwa pada hari ini di Labuan Bajo juga telah meninggal dunia salah seorang PDP. Riwayat sakit almarhum sebelumnya kurang lebih 10 tahun lalu dia jatuh dan menyebabkan keretakkan di punggung belakang. Setelah di rontgen oleh dokter ternyata ada infeksi di tulang belakang. Karena dia datang dari daerah terpapar virus kita melakukan pemeriksaan klinis sebagaimana protokol kesehatan yang sudah ada dan setelah dirawat di RS beberapa hari di Labuan Bajo pada hari ini beliau meninggal dunia. Sehingga jumlah PDP yang meninggal bertambah menjadi 8 orang,” papar Marius.

Hingga Selasa malam, data OTG 351 oraang; kondisi OTG sebanyak 311 orang; OTG selesai dipantau sebanyak 40 orang. Jumlah ODP, PDP dan konfirmasi sebanyak 1673; ODP sebanyak 1.615 orang; selesai masa pemantauan 1.153 orang; yang dirawat 10 orang.

Karantina mandiri 401 orang; karantina terpusat 50 orang; kondisi saat ini 461 orang. Jumlah PDP sebanyak 7 orang; yang dipantau di rumah 8 orang; sembuh 33 orang; meninggal 8 orang; kondisi saat ini 16 orang.

Sampel yang dikirim 75 sampel; 51 sampel negatif, 1 sampel positif dan 23 sampel belum ada hasil. (valeri guru/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments