KUPANG – Panitia Pesparani Tingkat Provinsi NTT terpaksa menunda pelaksanaan gawenya umat katolik itu hingga situasi normal akibat mewabahnya pandemik Corona atau Covid-19. Panitia pun sepakat menunggu arahan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), setelah pihak LP3K melakukan kordinasi.

Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi di Sekretariat Panitia Pesparani Gedung FKUB Jl. El Tari yang dipimpin oleh Ketua LP3K Provinsi NTT Frans Salem, dihadiri Ketua Umum Panitia Sinun Petrus Manuk dan anggota panitia lainnya, Selasa (17/3).

Rapat Koordinasi ini menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain:
Panitia terus memantau perkembangan situasi nasional dan daerah pasca merebaknya virus corona di berbagai daerah di Indonesia.

LP3KD NTT dan panitia terus berkoordinasi dengan para pihak terutama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan Ketua LP3KN Frans Salem, untuk memastikan waktu pelaksanaan Pesparani Tingkat Provinsi yang rencananya digelar pada tanggal 14-17 Mei 2020.

Kepastian waktu pagelaran Pesparani Tingkat Provinsi NTT akan diinformasikan lagi dalam kesempatan pertama.

Panitia pelaksana diminta tetap bekerja mempersiapkan segala sesuatu dengan target pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang ada.

Para peserta dari Kabupaten/Kota diminta tetap mempersiapkan diri sambil menanti kepastian info pelaksanaan kegiatan dari LP3KD NTT dan Panitia Pelaksana Pesparani NTT.

Kepastian waktu pengumuman Lomba/Sayembara Mars dan Logo Pesparani Tahun 2020 tetap dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2020.

Ketua Umum Panitia Sinun Petrus Manuk dalam rapat koordinasi itu memastikan panitia terus bekerja keras dan berkoordinasi untuk memastikan semua rencana kegiatan berjalan sesuai jadwal.

Menurut Piter Manuk, “Manakala dalam persiapan ini sudah maksimal namun karena berbagai pertimbangan situasi dari para pihak, dalam hal ini Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, maka Panitia Pelaksana siap mengamankan arahan dari Pemerintah Provinsi NTT selaku pemegang otoritas wilayah,” tegas Piter Manuk. (*/jdz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of