Deklarasi di Gua Maria, TITEN Impikan Lembata Bersih

by -23 views

Lewoleba, mediantt.com – Herman Loli Wutun, MBA, seorang pakar dan praktisi koperasi, akhirnya menyatakan kebulatan tekad untuk kembali mengabdi Lewotananya, Lembata. Sosok yang populer sejak Pilkada 2011 dengan tagline TITEN ini, kembali bertarung di Pilkada 2017 sebagai bakal calon bupati dengan tagline yang sama, TITEN Untuk Lembata Bersih. Jumat (8/7) malam, Herman Wutun mendeklarasikan paketnya bersama bakal calon wakil bupati, Drs Alex Tupen Making. Menariknya, deklarasi ini dilakukan di depan Gua Maria Lewoleba, setelah perayaan ekaristi kudus yang dipimpin Pater Mikhael Pruhe, OFM.

Asal tahu, dalam Pilkada Lembata 2011, Herman Wutun yang bertandem dengan tokoh muda Viktus Murin, mengantongi suara terbanyak pada putaran pertama. Tapi karena permainan politik, akhirnya paket ini dinyatakan kalah dan harus bertarung di putaran kedua, tapi juga kalah. Karena itu, di Pilkada 2017 nanti, TITEN bertekad merebut kembali kemenangan yang diraih pada Pilkada 2011 silam.

Dalam Jumpa Wartawan usai deklarasi, di markas TITEN, Waikomo, Lewoleba, Jumat malam, Herman Wutun yang didampingi Alex Murin menegaskan, tugas pertama yang harus dilakukan untuk Lembata Bersih adalah membersihkan Lembata dari praktek kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). “Kita harus bersihkan Lembata duli baru kita bisa bikin bae, makanya prinsip kita adalah TITEN Untuk Lembata Bersih,” kata Herman Wutun.

Sebelum jumpa pers, paket TITEN untuk Lembata Bersih menerima dokumen foto copy KTP dan pernyataan dukungan masyarakat. Ada tiga tim yang bekerja, yakni tim Titen yang diserahkan Lukas Onek Narek, Tim AMA (Aleks Making) diserahkan Agus Banin, dan Relawan Rumah Cinta diserahkan Sandro Balawangak.

Menurut Herman, pilihan menggunakan jalur perseorangan atau independen adalah sebuah keputusan yang diambil setelah melihat tingginya dukungan langsung dari rakyat melalui pengumpulkan KTP selama tiga pekan terakhir.

“KTP yang telah dikumpulkan oleh tim melalui Tim TITEN, Relawan Rumah Cinta dan Tim AMA hingga hari ini sudah jauh melampaui ambang batas minimal yang disyaratkan oleh KPUD Lembata, yakni 7.241 KTP. Yang jelas, jumlah yang sudah disortir dan dimasukan ke komputer sesuai format KPU 9.000 lebih. Kalau ditambah dengan sisa yang belum disortir, ya lebih dari 10.000 KTP. Angka persisnya ya dirahasiakan dululah,” ungkap Ketua INKUD tiga periode ini.

Meski sudah memenuhi syarat minimal untuk mendaftarkan diri melalui jalur independen, Herman Wutun akan tetap melanjutkan komunikasi politik yang sudah dibangun dengan partai-partai politik. Ini sejalan dengan identitas politik santun dan bermartabat yang sudah menjadi ciri khas TITEN sejak Pilkada Lembata 2011.

“Kepada semua partai yang pernah secara intens berkomunikasi dengan kami, keputusan ini sudah dikomunikasikan sebagai bentuk nyata dari kesadaran untuk membangun tradisi politik yang santun dan bermartabat yang sudah menjadi ciri khas TITEN. Ada lima partai politik yang sudah dan sedang terjalin komunikasi. Jika sebelum pendafaran ke KPU, ada dukungan dari partai dan memenuhi syarat untuk didaftarkan ke KPU, maka kita bisa lakukan itu. Tapi, kalau setelah pendaftaran melalui jalur independen baru ada partai yang bergabung, ya mari kita bersama untuk Lembata bersih,” ujar Herman Wutun disambut tepuk tangan pendukungnya.

Kepada seluruh pendukung TITEN, Herman menegaskan bahwa TITEN datang untuk menghidupkan kembali harapan akan Lembata yang lebih baik. Karen aitu, keputusan untuk membangun pemerintahan yang bersih adalah sebuah prinsip final yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Jika rakyat menghendaki, maka TITEN berani membangun sebuah kontrak politik dengan rakyat untuk tidak melakukan KKN dalam lima tahun ke depan, jika rakyat menghendaki,” tegas Herman.  

Harus Tahu Diri

Sementara itu, bacabup  Alex Making, ketika diberi kesempatan bicara menyatakan, sudah harus tahu diri sebelum benar-benar terpilih menjadi wakil bupati Lembata periode 2017-2022. Ya, “Tahu diri dari sekarang bahwa saya bakal calon wakil bupati,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Lembata ini menyampaikan terima kasih telah dipilih Herman Wutun sebagai pasangannya dalam mengikuti Pilkada Lembata 2017. “Saya tidak tahu, mengapa dari sekian banyak orang, saya yang dipilih pak Herman menjadi pendampingnya. Sehingga saya patut menyampaikan terima kasih untuk semua yang telah bekerja untuk TITEN,” tuturnya.

Alex menyatakan kesanggupan dan kesiapannya untuk memperjuangkan Lembata Bersih. “Saya digosipkan macam-macam, tapi saya tidak ingin klarifikasi pada kesempatan ini. Saya hanya mau mengatakan bahwa Alex ada disini, malam ini, artinya Alex tidak korupsi,” tegasnya, mengomentari rumor kalau dirinya tersangkut kasus dugaan korupsi dana DAK buku tahun 2011.

Menyinggung soal pengunduran dirinya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) sebaga syarat pendaftaran di KPU, Alex menyatakan, sudah mengajukan pengunduran diri. “Berkasnya sekarang sudah di BAKN pusat. Setelah ini, saya harus minta ijin pada Pak Herman dan tim untuk saya ke Jakarta mengurus persyaratan teknis di BAKN pusat. Saya hanya butuh surat keterangan dari Kepala BAKN untuk melengkapi berkas,” tandasnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Herman Wutun memuji sikap pasangannya. “Bagus kalau sudah dari awal begini. Supaya kita bisa urus Lembata dengan damai, bersatu dan bersih,” ujarnya.

Herman Wutun menegaskan bahwa dirinya sudah punya pengalaman kalah dalam pertarungan politik. Jadi, kalah sekalipun, dirinya sangat siap. “Pak Alex belum pernah kalah. Jadi harus siap dari sekarang. Kalau tidak siap bisa mati. Ya, iya, kalau tidak siap itu bisa mati,” ujarnya, santai.

Herman bahkan menantang birokrat Lembata untuk bekerja ekstra time. “Saya ini biasa masuk kantor pagi-pagi dan pulang jam sepuluh malam. Nah, para kepala dinas nanti, saya lihat bisa atau tidak? Kalau rakyat mau ketemu ya ketemu dulu, jangan mulai lihat-lihat jam pulang. Kalau pegawai rendahan bolehlah, tapi kepala dinas ketemu rakyat dulu baru pulang,” katanya,  mengingatkan.

Dia berjanji untuk meluang waktu sebesar-besarnya bagi rakyat. “Saya siap berdialog. Saya minta tidak boleh demo. Datang dan kita omong, dialog,” ujarnya.

Kepada Alex Making, dia juga meminta agar tidak mengijinkan istrinya menjalankan profesi kontraktor. “Soalnya, mau jadi wakil ketua PKK atau kontraktor?” ujar Herman Wutun, disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin. (sandro/jdz)

Foto : Paket TITEN Untuk Lembata Bersih, Herman Wutun-Alex Makin.