Indonesia, Timor Leste dan Australia Bahas Pengembangan Ekonomi

by -23 views

Kupang,mediantt.com – Tiga negara yang letaknya saling berbatasan yakni Indonesia, Timor Leste dan Australia, menggelar rapat koordinasi pengembangan segitiga pertumbuhan ekonomi (Growth Triangle) khususnya antara Nusa Tenggara Timur (NTT), Timor Leste dan Darwin di Kupang.

Hadir dalam rapat tersebut antara lain delegasi ketiga negara yang terdiri dari 20 delegasi dari Austalia, 20 delegasi dari Timor Leste dan 30 delegasi dari Indonesia, NGO, serta SKPD teknis di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Wakil Gubernur NTT NTT Benny Litelnoni dalam rapat tersebut mengatakan, agar tidak terjadi ketimpangan dalam kerjasama ini, maka kajian-kajian sosiologis geografis perlu dilakukan. “Hal ini penting, mengingat banyaknya persoalan yang dapat diselesaikan tidak saja lewat kajian ekonomi,” ujarnya Kamis (11/6/2015).

Litelnoni juga menjelaskan bahwa NTT dan Timor Leste memiliki hubungn historis dan sosio-kultural, karena Timor Leste pernah menyatu dengan Indonesia, sehingga terdapat hubungan kekerabatan yang erat akibat proses kawin mawin dan perdagangan lintas batas.
Benny Litelnoni, mengingatkan NTT dan Timor Leste memiliki hubungan historis dan sosio kultural, karena Timor Leste pernah menyatu dengan Indonesia, terdapat hubungan kekerabatan yang erat akibat proses kawin mawin dan perdagangan lintas batas serta adat istiadat.

Wagub juga berpesan agar segera melakukan aksi nyata kerja sama setelah beberapa kali diseminarkan. “Kami menunggu apa yang dihasilkan, agar Pemerintah Daerah juga dapat mengambil langkah-langkah konkrit terkait kerja sama trilateral itu,” katanya.

Sementara itu perwakilan dari Charles Darwin University, Prof. Ruth Wallace menyampaikan hasil kajiannya sebagai tim independen, yakni terdapat delapan rekomendasi yakni pemerintah mendorong penguatan fungsi institusi bisnis ke-3 negara, pemerintah dan institusi bisnis harus mampu membuka kesempatan hubungan antar-masyarakat.

Indonesia dan Australia agar mendukung Timor Leste dalam Keanggotaan di ASEAN, menciptakan iklim yang mendukung perdagangan dan investasi lewat pengembangan pariwisata.

 

Prof. Ruth Wallace, perwakilan dari Charles Darwin University, menyampaikan hasil kajiannya sebagai tim independen. Setidaknya delapan rekomendasi yang diberikan, antara lain, pertama, Pemerintah mendorong penguatan fungsi institusi bisnis ketiga negara. Kedua, Pemerintah dan institusi bisnis harus mampu membuka kesempatan hubungan antarmasyarakat sebagai basis penguatan bisnis.

Ketiga, Indonesia dan Australia agar mendukung RDTL dalam Keanggotaan ASEAN. Keempat, menciptakan iklim yang mendukung perdagangan dan investasi lewat pengembangan pariwisata. Kelima, menciptakan branding turisme bersama agar bisa dijual ke luar. Hal ini penting untuk mengembangkan industri pariwisata sebagai salah satu pilar ekonomi.

Keenam, pertukaran tenaga kerja ketiga negara lewat pengembangan penelitian dan pendidikan juga pelatihan guna pengembangan SDM. Ketujuh, kerja sama universitas ketiga negara terutama di bidang industri pertanian dan kelautan. Kedelapan, kerja sama di bidang industri peternakan yang lebih maju.

Sementara itu, hasil rekomendasi tersebut dibedah oleh para pembahas yaitu Prof.Fred Benu, Rektor Undana, Goris Mere, Bobby C. Siagian, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Asia, Kementrian Koordinasi Bidang Perekonomian. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain delegasi ketiga negara yang terdiri dari 20 delegasi dari Austalia, 20 delegasi dari Timor Leste, dan 30 delegasi dari Indonesia, LSM, serta SKPD teknis di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT. (kpc/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments