Jepang Pusing Karena Kehabisan Pasokan Tuna Indonesia

by -21 views

JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia akan berkunjung pada Senin depan untuk membahas pasokan tuna Indonesia ke Negeri Sakura. Menurut Susi, saat ini negara-negara konsumen tuna mulai bingung setelah Susi melarang transhipment (pindah kapal) hasil tangkapan laut, dari kapal kecil ke kapal besar, di perairan Indonesia.
“Mereka pusing karena harus cari tunanya dari mana. Itu tuna cuma dari Indonesia,” kata Susi di kantornya, Kamis, 12 Februari 2015.
Menurut Susi, larangan transhipment saat ini cukup menyelamatkan uang negara yang sebelumnya menguap ke negara tetangga. Susi mencontohkan, nilai tuna yang diekspor melalui Bitung, Sulawesi Utara, hanya Rp 16 miliar per tahun. Sementara di General Santos, Filipina, mencapai US$ 2 miliar atau Rp 25,5 triliun lebih.
“Dari mana tunanya? Sebanyak 99,999999 persen dari Indonesia. Karena laut Filipina itu sudah nggak ada tunanya. Nggak ada, sudah kosong,” kata Susi.
Dengan larangan transhipment ini, kata Susi, Indonesia bisa mengurangi dominasi negara tetangga di bisnis seafood. Kalau betul-betul dijaga, justru Indonesia yang akan mendominasi bisnis seafood di Asia Tenggara.
Sebelumnya Susi telah mengeluarkan peraturan menteri tentang larangan transhipment hasil tangkapan laut. Setiap kapal harus bersandar ke pelabuhan dulu mengumpulkan tangkapan mereka. Dengan begitu, negara bisa memperoleh penerimaan negara-negara bukan pajak (PNBP) yang lebih besar. (tempo.co)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments