Diduga Karena Dendam Politik, Bupati Sumba Barat Daya Diserang Warga

by -108 views

KUPANG — Dendam politik masyarakat Sumba Barat Daya, NTT, sejak Pilkada di wilayah itu yang dinilai penuh kecurangan, ternyata belum tuntas. Buntutnya, rombongan Bupati SBD, Markus Dairo Talo, yang hendak mengikuti acara Pasola di Desa Perobatang, Kecamatan Kodi, diserang masyarakat setempat secara membabi buta, namun tidak ada korban jiwa.

Rombongan Bupati Sumba Barat Daya (SBD yang hendak mengikuti acara Pasola di Desa Perobatang, Kecamatan Kodi, diserang masyarakat setempat yang sedang mengikuti acara adat itu,” kata Ketua Laskar Pasola SBD, Lukas Loghe Kaka, kepada Suara Pembaruan via telepon dari Perobatang, Jumat (13/2/2015) sore.

Menurutnya, acara Pasola yang begitu meriah terpaksa menjadi kisruh, setelah rombongan Bupati, Pimpinan Forkompinda serta pimpinan SKPD Setda SBD diserang saat memasuki lapangan Pasola.

Bupati SBD, Markus Dairo Talo dan rombongan tidak mengikuti acara tersebut hingga usai karena situasinya tidak kondusif. Namun aparat keamanan gabungan dari TNI, Polri dan Brimob berhasil mengamankan kericuan tersebut.

Ia menjelaskan, masyarakat melihat kehadiran bupati dan rombongan yang masuk di arena pasola itu, secara spontan langsung menyerang secara babi buta ke mobil Bupati SBD itu.

“Kemarahan masyarakat itu akibat dari Pilkada yang kotor dan tidak martabat sehingga masyarakat kesal dan marah. Apalagi dengan proses sidang pidana Pilkada SBD yang berlangsung di pengadilan Sumba Barat belum lama itu, masyarakat bertambah marah terhadap bupati dan wakil bupati SBD,” jelas Lukas.

Ia menambahkan, kejadian itu merupakan luapan marah yang selama ini terpendam di hati masyarakat SBD. “Saya memberikan pernyataan ini sesuai fakta yang ada di SBD bukan direkayasa atau ada sponsor. Akibat Pilkada SBD itu rumah warga dibakar, kehilangan sanak saudara karena dibunuh, masalah itu yang menjadi masyarakat secara spontan menyerang bupati dan rombongan,” tegasnya.

Namun kerusuhan bisa cepat ditangani petugas keamanan yang terdiri dari anggota Polres dan Polsek sebanyak 150 personel, Kodim 30, Brimob 40, dan Sat Pol PP 100 orang. Selesai acara Pasola, Bupati SBD mengajak makan bersama di tempat salah satu tokoh masyarakat di Kodi. Tepat pukul 15.30 wita , Bupati SBD dan seluruh rombongan meninggalkan wilayah Kodi dalam situasi aman terkendali. (sp/jdz)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments