Pegawai STIPAS Kupang foto bersama usai Diklat Perkuat Etika Kerja dan Kesehatan Mental.
KUPANG, mediantt.com – Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) pegawai, dengan mengusung tema “Membangun Etika dan Kesehatan Mental Tenaga Kependidikan STIPAS Keuskupan Agung Kupang untuk Kinerja yang Profesional, Berimbang, dan Berkelanjutan”, di Kupang, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat komitmen pelayanan seluruh tenaga kependidikan dalam mendukung kemajuan institusi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Swasti Sari, Kepala Bidang Kepegawaian Yayasan Swasti Sari, para pimpinan, serta seluruh tenaga kependidikan STIPAS Keuskupan Agung Kupang.
RD Emanuel I.D Je’eMaly, S.Fil.,M.Pd selaku Wakil Ketua II STIPAS Keuskupan Agung Kupang, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya membangun etika kerja dan menjaga kesehatan mental sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas pelayanan.
Ia juga mengingatkan seluruh pegawai untuk memahami roda manajemen dan mendukung kepemimpinan yang ada demi tercapainya tujuan institusi.
Menurut RD Jega, capaian akreditasi institusi dengan predikat “Baik Sekali” merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Karena itu, setiap pegawai diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan kerja, termasuk kritik, tekanan, dan stres, dengan sikap yang positif dan profesional. Keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan, kehidupan pribadi, dan kesehatan mental menjadi faktor penting dalam mewujudkan kinerja yang berkelanjutan.
Sementara itu, RD. Arkadius Manek, S.Fil, Ketua Yayasan Swasti Sari, dalam materinya menekankan pentingnya menciptakan budaya akademik yang pastoral di lingkungan STIPAS. Ia mengajak seluruh tenaga kependidikan untuk memandang pelayanan yang dilakukan bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan yang memiliki nilai pengabdian dan kesaksian iman.
“STIPAS Keuskupan Agung Kupang adalah wajah Gereja. Karena itu, setiap pelayanan yang diberikan harus mencerminkan nilai-nilai Kristiani. Administrasi yang baik bukan hanya bentuk profesionalitas, tetapi juga menjadi kesaksian iman dalam pelayanan,” tegasnya.
RD Arki Manek juga mengajak seluruh pegawai untuk terus membangun komitmen, integritas, dan semangat kebersamaan dalam mendukung visi dan misi STIPAS Keuskupan Agung Kupang. Dengan etika kerja yang kuat dan kesehatan mental yang terjaga, tenaga kependidikan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, berimbang, dan berkelanjutan demi kemajuan lembaga dan Gereja.
Kegiatan diklat berlangsung dalam suasana penuh antusiasme dan menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat kualitas pelayanan serta membangun lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul. (*/roi)
