Optimalkan Potensi Sumber Daya, PDAM Lembata Targetkan Surplus Rp415 Juta pada 2026

oleh -133 Dilihat

LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata terus berupaya memaksimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Melalui rapat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 yang digelar di Aula Anton Enga Tifaona, Selasa (5/5/2026), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lembata menargetkan pencapaian surplus usaha sebesar Rp415,49 juta.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, Yohanes Berchamans Daniel Dai, dihadiri Direktur PDAM Lambertus Ola Hara, dan Komite Audit Mateus Mas Belalawe, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam paparannya, Direktur PDAM Lambertus Ola Hara menjelaskan, target tersebut akan dicapai melalui strategi efisiensi, peningkatan pelayanan, dan optimalisasi seluruh potensi sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Saat ini, PDAM mencatat kapasitas sumber air mencapai 92 liter per detik, namun produksi aktual baru mencapai 36 liter per detik dengan tingkat kehilangan air (non-revenue water/NRW) sebesar 24,65 persen.

“Kami melihat masih terdapat kesenjangan antara potensi sumber daya yang ada dengan pemanfaatannya. Oleh karena itu, fokus utama tahun 2026 adalah menurunkan tingkat NRW, meningkatkan jumlah pelanggan aktif, serta memperbaiki sistem distribusi agar air dapat menjangkau seluruh wilayah,” ujar Lambertus.

Secara keuangan, PDAM memproyeksikan pendapatan sebesar Rp5,14 miliar dengan beban operasional Rp5,08 miliar, sehingga diperoleh surplus awal sebesar Rp59,93 juta.

Melalui upaya intensifikasi dan efisiensi, perusahaan menargetkan tambahan perbaikan keuangan sebesar Rp355,56 juta, sehingga total surplus usaha diproyeksikan mencapai Rp415,49 juta.

Selain itu, PDAM juga mengalokasikan dana investasi senilai Rp3,6 miliar yang difokuskan untuk program penurunan NRW, pengadaan meter air, serta pemeliharaan instalasi pengolahan air.

Kondisi keuangan ini dinilai cukup aman dengan proyeksi saldo kas akhir tahun mencapai Rp1,37 miliar, yang memungkinkan perusahaan melakukan investasi secara bertahap.

Sementara itu, Komite Audit Mateus Mas Belalawe menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik mengingat PDAM saat ini menjalankan fungsi ganda pelayanan publik karena belum adanya unit layanan khusus lainnya.

“Evaluasi kinerja harus menyentuh aspek operasional, keuangan, sumber daya manusia, dan pelayanan,” ungkap Matheus Balalawe.

Asisten Administrasi Umum Yohanes Berchamans Daniel Dai dalam arahannya menyampaikan sejumlah masukan strategis, mulai dari penataan aset, rencana pemindahan kantor pusat, hingga sinergi dengan desa melalui BUMDes dalam pengelolaan sumber mata air.

“Orientasi utama kita tetap pelayanan publik. Dengan pembenahan yang terarah, kami optimistis PDAM Lembata dapat menjadi BUMD yang sehat, mandiri, dan profesional,” tegas Mans Dai. (Lakonawa/Prokompimkablembata)