Momentum Bangkit: Flores Akan Ditata Ulang Pascagempa, Koridor Labuan Bajo-Lembata Jadi Fokus

oleh -83 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Pemerintah pusat dan Provinsi NTT sepakat mempercepat penanganan dan pemulihan bencana gempa bumi Flores. Komitmen itu ditegaskan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam rapat strategis di VIP Bandara El Tari Kupang, Senin (14/9/2026).

Menteri Bappenas Rachmat Pambudy mengajak masyarakat Flores tetap tegar. Ia menegaskan pemerintah pusat berkewajiban hadir saat daerah terdampak bencana.

Dalam pemulihan, Rachmat mendorong ekonomi NTT tidak hanya dijual sebagai komoditas, tapi masuk ke rantai nilai agar punya nilai tambah.

“Kalau ini dikerjakan dengan baik, lima tahun pasti berubah. Pembangunan tidak mengubah seketika, tapi dari hal-hal sederhana,” ujarnya.

Ia juga menekankan prioritas utama: “Membangun fisik penting, jalan, jembatan, sawah penting. Tapi membangun sumber daya manusia jauh lebih penting.”

Target Pendataan Selesai Oktober

Gubernur Melki Laka Lena menyebut gempa berdampak ke 7 kabupaten di Flores yang menyumbang 30-35 persen ekonomi NTT.

Saat ini Pemprov bersama 7 kabupaten terdampak tengah mendata kerusakan rumah, kantor, sekolah, faskes, dan infrastruktur lain.

“Kita upayakan September sampai awal Oktober pendataan selesai dan diuji publik. Setelah itu kita ke Jakarta bertemu Pak Menteri Bappenas dan Pak Menko PMK,” kata Gubernur Melki.

Ia juga telah melapor ke Menko PMK Pratikno di Semarang. Menurut Gubernur, Menko PMK menekankan pentingnya Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang matang. “Momentum gempa ini justru bisa dipakai untuk memperbaiki pembangunan di Flores,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida NTT Theresia Florentina memaparkan rencana penataan Flores secara terintegrasi. Wilayah utara Flores yang terdampak merupakan koridor penting penghubung Labuan Bajo hingga Lembata.

Pemprov mendorong rencana induk yang mengintegrasikan produksi, pengolahan, pemasaran, pariwisata, dan rantai pasok antarkabupaten. Jalur Pantura Flores dinilai strategis untuk konektivitas dan distribusi.

Konsep ini juga akan menghubungkan Flores dengan Sumba dan Timor. Sumba fokus pariwisata minat khusus dan peternakan, Flores pariwisata premium bahari dan komoditas unggulan, Timor sebagai kawasan perbatasan RI-Timor Leste.

Rapat dirangkaikan penyerahan bantuan dari Meratus Group berupa 32 kontainer 20 feet berisi sembako dan logistik.

Bantuan diserahkan CEO Meratus Marcel Menaro dan Dirut PT Meratus Line Slamet Raharjo kepada Gubernur Melki, disaksikan Menteri Bappenas.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Flores,” kata Marcel. (*/jdz)