Fasilitas Psikiatri Intensif Hadir di NTT, Jawab Kebutuhan Layanan Gangguan Jiwa

oleh -47 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi mengoperasikan Gedung Unit Pelayanan Intensif Psikiatri (UPIP) di RSKD Jiwa Naimata Kupang, Rabu (8/4/2026), sebagai langkah strategis memperkuat layanan kesehatan jiwa yang cepat, aman, dan manusiawi di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas persoalan kesehatan jiwa yang selama ini kerap luput dari perhatian.

“Seringkali kesehatan jiwa dianggap bukan masalah besar sebelum dialami sendiri. Padahal ini persoalan serius yang ada di sekitar kita,” ujarnya.

Menurut Melki, kasus gangguan jiwa di masyarakat kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan yang terlihat di fasilitas layanan kesehatan.

“Yang tampak mungkin hanya sebagian kecil, bisa jadi sekitar 10 persen dari kondisi riil. Artinya potensi kasus sebenarnya jauh lebih besar,” katanya.

Ia menekankan pentingnya fasilitas seperti UPIP untuk memastikan penanganan pasien dilakukan secara profesional, aman, dan terukur, mengingat kondisi pasien gangguan jiwa yang dinamis dan sulit diprediksi.

Selain layanan kuratif dan rehabilitatif, Gubernur juga mendorong penguatan upaya promotif dan preventif melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, puskesmas, hingga TNI dan Polri.

“Kita tidak boleh menunggu pasien datang dalam kondisi berat. Edukasi dan deteksi dini harus diperkuat,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur RSKD Jiwa Naimata, Nova Elim, menjelaskan pembangunan gedung UPIP dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang mengacu pada standar nasional pelayanan kesehatan jiwa.

“Gedung ini dirancang memenuhi standar mutu dan keselamatan, serta menjawab kebutuhan pelayanan intensif psikiatri,” jelasnya.

UPIP dilengkapi 14 ruangan fungsional, termasuk ruang seklusi dengan prinsip least restrictive environment, serta didukung peralatan medis modern seperti Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), Heart Rate Variability (HRV), dan Electroconvulsive Therapy (ECT).

“Ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol komitmen menghadirkan layanan yang lebih manusiawi dan berorientasi pada pemulihan pasien,” ujar Nova.

Ia berharap fasilitas ini dapat mempercepat proses pemulihan pasien serta membantu mengurangi stigma terhadap gangguan jiwa di masyarakat.

Sebagai satu-satunya rumah sakit khusus jiwa di NTT, RSKD Naimata kini memegang peran strategis dalam sistem layanan kesehatan daerah.

Pemerintah provinsi pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan jiwa melalui pembangunan fasilitas, edukasi, dan kolaborasi berkelanjutan.

Peresmian ditandai dengan
penandatanganan prasasti oleh Gubernur, dilanjutkan peninjauan fasilitas serta pemeriksaan kesehatan jiwa oleh Gubernur. (*/jdz)