Lurah Penfui, Fransisco Dugis.
KUPANG, mediantt.com – Pemerintah Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, terus mendorong warga melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Langkah ini untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sekaligus menjaga kesehatan warga dan kebersihan lingkungan.
Lurah Penfui, Fransisco Dugis, mengatakan, program pilah sampah telah berjalan sejak tahun lalu dengan melibatkan RT dan RW.
“Beberapa titik di Penfui telah membentuk atau bergabung dengan unit bank sampah. Kami juga kerja sama dengan Mutiara Bank Sampah serta Pertamina Patra Niaga dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” kata Fransisco, Kamis (24/9/2026).
Mekanismenya, warga memilah sampah dari rumah. Setiap dua minggu sekali pihaknya berkoordinasi dengan Mutiara Bank Sampah untuk pengangkutan dan penimbangan.
“Warga silakan melakukan pemilahan sampah dari rumah. Setiap dua minggu sekali kami berkoordinasi dengan Mutiara Bank Sampah untuk melakukan pengangkutan dan penimbangan,” ujarnya.
Sampah yang bernilai guna akan dikelola melalui bank sampah, sementara residu yang tidak termanfaatkan baru dibuang ke TPS.
Pemerintah kelurahan juga mengajak RT dan RW yang belum memiliki unit bank sampah untuk segera berkoordinasi.
“Kami mengajak RT dan RW yang belum bergabung atau memiliki unit bank sampah untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan. Nanti kita sosialisasikan bersama Mutiara Bank Sampah,” jelasnya.
Fransisco menyebut kerja sama dengan Mutiara Bank Sampah di Sikumana sudah berjalan dua tahun.
“Warga mengumpulkan dan pilah sampah di rumah. Pihak bank sampah Mutiara datang muat dan timbang. Sistem kerjanya nanti nasabah bank sampah dalam bentuk saldo di buku rekening,” katanya.
Sistemnya dibentuk kelompok dan ditentukan ketuanya, kemudian kelurahan akan mempertemukan kelompok dengan pihak bank sampah.
Selain pilah sampah, kebersihan lingkungan juga digalakkan lewat kerja bakti rutin dari halaman rumah hingga titik penumpukan sampah, minimal sebulan sekali dan bisa ditingkatkan dua kali sebulan.
“Dengan begitu kita bisa mengurai atau mengurangi dan meminimalisir volume sampah yang dibuang oleh oknum-oknum tertentu,” ujarnya.
Program ini terbukti memberi manfaat ekonomi. Morgan Seran, salah satu nasabah bank sampah mengaku terbantu.
“Saya punya kardus, botol aqua dan botol minuman dan kursi plastik serta ember yang rusak. Kumpul masing-masing, biasanya setiap bulan datang timbang. Timbang abis mereka catat,” jelas Morgan.
Ia mengaku sudah empat kali menimbang dan mendapatkan Rp600 ribu. “Sepanjang menjadi nasabah bank sampah sudah timbang empat kali dan dapat uang Rp600 ribu,” tutupnya. (*)
