Dari Ritapiret ke Tahta Gembala: Larantuka Menyambut Tahbisan Uskup Yohanes Hans Monteiro

oleh -140 Dilihat

Mgr Yohanes Hans Monteiro

LARANTUKA, mediantt.com – Keuskupan Larantuka akan memasuki momentum iman yang bersejarah. Pentahbisan Uskup Terpilih Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, di Gereja Katedral Reinha Rosari, Larantuka.

Rangkaian perayaan tahbisan ini tidak hanya menjadi peristiwa gerejawi, tetapi juga perjumpaan iman, budaya, dan sejarah umat Katolik Flores Timur.

Hal ini tertuang dalam Panduan Perayaan Pentahbisan yang dikeluarkan Panitia Tahbisan Uskup Larantuka dan diterima mediantt.com, Selasa (3/2/2026).

Prosesi penyambutan Uskup Terpilih dimulai pada Selasa, 3 Februari 2026, dengan penjemputan resmi di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka. Penjemputan dipimpin Ketua Umum Panitia, RD. Adeodatus Hendrikus Leni, bersama perwakilan para imam, tokoh umat, tokoh adat, perwakilan pemerintah, serta lintas agama.

Memasuki wilayah Keuskupan Larantuka, seremoni adat digelar di Boru, Paroki Santa Maria Ratu Semesta Alam–Hokeng, Kecamatan Wulanggitang, sebagai tanda penerimaan resmi sang gembala baru oleh tanah dan umatnya.

Penyambutan berlanjut di Nobo, Kecamatan Ile Bura, oleh umat Paroki St. Yosef Lewotobi, tempat Mgr. Hans Monteiro pernah menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP). Di tempat ini, kenangan panggilan imamat bertemu kembali dengan realitas pengutusan sebagai uskup.

Dari sana, rombongan bergerak menuju Larantuka. Di pertigaan Oka, Desa Mokantarak, Uskup Terpilih disambut Keluarga Besar Daton dalam ritual adat sebelum diarak mengelilingi Kota Reinha.

Di Gerbang Gereja Katedral Reinha Rosari, umat menyambutnya dengan tarian adat “Muro Ae”, mengiringi langkahnya memasuki katedral untuk mempersembahkan doa syukur kepada Allah.

Prosesi kemudian berlanjut menuju Istana San Dominggo, tempat Uskup Terpilih diterima oleh lembaga adat Kerajaan Larantuka, Pou Suku Lema, serta Administrator Apostolik Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, bersama para imam dan biarawan-biarawati.

Vesper Agung dan Puncak Tahbisan

Sebagai persiapan rohani, Vesper Agung akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 17.30 WITA di Gereja Santa Maria Pembantu Abadi, Weri. Ibadat sore ini dipimpin Mgr. Siprianus Hormat, Uskup Ruteng, dengan khotbah oleh RD. Philipus Ola Daen, formator Seminari Tinggi Ritapiret.

Sedangkan puncak Perayaan Tahbisan berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 08.00 WITA di Gereja Katedral Reinha Rosari. Tahbisan dipimpin Mgr. Fransiskus Kopong Kung, didampingi Mgr. Paulus Budi Kleden (Uskup Agung Ende) dan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu (Uskup Maumere).

Seluruh rangkaian perayaan ditutup dengan Misa Pontifikal Uskup Larantuka pada Kamis, 12 Februari 2026, dipimpin langsung oleh Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai gembala baru umat Keuskupan Larantuka.

Jejak Panggilan Sang Gembala

Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yang akrab disapa Hans, lahir di Larantuka, 15 April 1971, dari pasangan Yakobus Monteiro dan Rosa Daton. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang menanamkan nilai iman dan ketekunan sejak dini.

Perjalanan pendidikannya ditempuh dari SDK Larantuka III, SMPK Mater Inviolata, hingga Seminari Menengah San Dominggo Hokeng. Ia memilih jalur Imam Projo Keuskupan Larantuka, menapaki TOR, studi filsafat dan teologi di Ritapiret dan Ledalero, hingga ditahbiskan menjadi Imam pada 14 Juli 1999 di Katedral Larantuka.

Meski bergulat dengan kondisi kesehatan yang rapuh, Hans Monteiro justru menemukan makna imamat sebagai penyerahan total kepada Tuhan. Dari formator seminari hingga studi lanjut di Wina, Austria, ia mendalami Teologi Liturgi dan meraih gelar Doktor Teologi.

Sepulang ke tanah air, ia mengabdikan diri sebagai dosen, formator, dan pimpinan akademik, menjembatani iman, intelektualitas, dan dinamika zaman.

Pada 22 November 2025, Paus Leo XIV menunjuknya sebagai Uskup Keuskupan Larantuka, menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung.

Dengan motto episkopal “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes”—Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Pengharapan (Efesus 4:4), Mgr. Yohanes Hans Monteiro melangkah sebagai gembala yang diutus untuk merawat persatuan, meneguhkan iman, dan menyalakan harapan umat. (jdz)