Bupati Lembata Tinjau P2AT Lamawolo, Dorong Penguatan Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat

oleh -33 Dilihat

Bupati Lembata Kanis Tuaq meninjau kondisi fasilitas proyek P2AT Lamawolo.

LAMAWOLO, mediantt.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Tim Teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II Kupang di Perumahan Tanah Mea, Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Ape Timur, Kamis (11/6).

Kegiatan yang diawali dari Kantor Desa Lamawolo tersebut dilakukan untuk memantau kondisi fasilitas Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) yang dibangun guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Perumahan Tanah Mea dan sekitarnya.

Dalam peninjauan itu, Bupati bersama rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap sumur bor dan bak penampung air yang menjadi bagian dari sistem penyediaan air bersih. Selain itu, Bupati juga berdialog dengan warga untuk mendengar langsung kondisi pelayanan air bersih di lapangan.

Salah seorang warga, Mama Maria Lewa, mengatakan, dalam lima hari terakhir aliran air ke rumah-rumah warga tidak berjalan normal sebagaimana biasanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim teknis segera melakukan pemeriksaan pada fasilitas utama sumber air yang melayani wilayah Lamawolo.

Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan sejumlah panel surya yang menjadi sumber energi operasional sistem distribusi air telah hilang akibat dugaan pencurian.

Kondisi tersebut menyebabkan sistem tidak dapat berfungsi optimal sehingga berdampak pada terganggunya pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Pelaksana Teknis Satker NVT Air Tanah dan Air Baku BBWS Nusa Tenggara II, Konrardus Onek, menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lembata untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi maksimal dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan identifikasi lanjutan terhadap kondisi sarana yang ada, termasuk kebutuhan perbaikan serta penguatan sistem operasional agar layanan dapat kembali berjalan normal.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset yang telah dibangun pemerintah agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia turut mendorong agar pemerintah desa mengusulkan titik-titik baru yang membutuhkan layanan air bersih untuk perencanaan program ke depan.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menginstruksikan Dinas PUPR serta pemerintah desa terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan dan perbaikan terhadap fasilitas yang mengalami gangguan.

Bupati menegaskan, infrastruktur air bersih merupakan aset vital yang harus dijaga bersama. Ia juga meminta adanya penguatan sistem pengamanan serta pemeliharaan berkala guna mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, Bupati mendorong pembentukan tim pengelola air bersih yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat. Tim ini diharapkan dapat mengatur operasional, pemeliharaan, serta pengawasan fasilitas secara berkelanjutan.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, fasilitas yang sudah dibangun harus dirawat, dijaga, dan dikelola dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” tegas Bupati.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara Pemkab Lembata, BBWS Nusa Tenggara II, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat layanan dasar serta memastikan akses air bersih yang lebih baik dan berkelanjutan bagi warga.

Turut hadir jajaran BBWS Nusa Tenggara II, pimpinan OPD teknis, Plt. Camat Ile Ape Timur, Kepala Desa Lamawolo dan Waimatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. (Lakonawa/Prokompimkablembata)