KUPANG, mediantt.com – Sebanyak 49 pasangan suami istri resmi menerima pemberkatan dalam kegiatan nikah massal yang digelar di Paroki St. Andreas Lasiana, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan 30 tahun sebagai daerah otonom. Lebih dari sekadar seremoni, momentum ini juga menghadirkan pesan kuat tentang arah pembangunan kota yang berakar dari keluarga.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, para pastor paroki se-Kota Kupang, biarawan-biarawati, serta umat Paroki St. Andreas Lasiana.
Turut mendampingi Wali Kota Kupang jajaran Pemerintah Kota, di antaranya para Asisten Sekda, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, serta pimpinan perangkat daerah.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sambutannya menyampaikan refleksi mendalam mengenai peran keluarga dalam pembangunan.
“Kalau hari ini Kota Kupang bercahaya, itu bukan karena obor di kantor wali kota, tetapi karena lilin-lilin kecil yang menyala di keluarga-keluarga. Karena keluarga adalah fondasi utama membangun kota,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan tidak semata-mata berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat yang dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil.
Menurutnya, makna otonomi daerah harus diterjemahkan dalam pelayanan nyata kepada masyarakat. “Memerintah adalah melayani. Itu komitmen kami lima tahun ke depan. Dan hari ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir untuk melayani, termasuk melalui nikah massal ini,” tegasnya.
Wali Kota juga menjelaskan, program nikah massal tahun ini menjangkau total 101 pasangan dari berbagai denominasi agama di Kota Kupang, dengan 49 pasangan berasal dari Gereja Katolik.
Selain program tersebut, Pemerintah Kota Kupang turut menggulirkan berbagai program sosial lainnya, seperti pemberian beasiswa bagi 695 siswa, sunatan massal, serta rehabilitasi 500 rumah warga.
Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai program tersebut sebagai bagian dari upaya bersama membangun Kota Kupang yang lebih inklusif dan sejahtera.
Sementara itu, Pastor Paroki St. Andreas Lasiana, RD Hironimus Nitsae, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menuturkan, proses menuju nikah massal membutuhkan kesabaran dan kerja sama, terutama dalam membantu umat memenuhi berbagai persyaratan administrasi.
“Terima kasih atas kesabaran dan cinta dari Pemerintah Kota Kupang, khususnya bagian Kesra, Dukcapil, dan semua pihak yang telah membantu umat kami berproses hingga bisa menerima sakramen pernikahan hari ini,” ungkapnya.
Ketua DPP Paroki Lasiana, Hendrik Mbanggur, juga menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada paroki sebagai tuan rumah. Ia sekaligus memberikan pesan reflektif kepada para pasangan yang baru menikah agar membangun keluarga yang kokoh dan penuh tanggung jawab.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat melalui institusi keluarga. (ansel/jdz)
