BABOKERONG, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung, Rabu (15/4/2026).
Bantuan tersebut diberikan setelah rangkaian gempa yang terjadi pada 8 hingga 11 April 2026 menyebabkan kerusakan rumah warga dan memicu kepanikan di wilayah pesisir.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, didampingi Wakil Bupati H. Muhamad Nasir serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Bantuan yang diserahkan meliputi sekitar 790 kilogram beras, lima set peralatan dapur, dua unit kasur, serta perlengkapan makan seperti piring dan gelas.
Sebelumnya, Wakil Bupati bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi warga terdampak.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Lembata, gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada 35 unit rumah warga dan satu fasilitas umum berupa masjid. Selain kerusakan fisik, gempa juga menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan, rangkaian gempa diduga berkaitan dengan aktivitas sesar aktif baru di wilayah perairan, yang membentang dari sekitar Pulau Solor hingga perairan di depan Desa Babokerong.
Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Yohanes Gregorius S. Demo, mengatakan, selama periode 8 – 11 April, sedikitnya enam kali gempa dirasakan masyarakat. Sebagian besar rumah warga yang rusak belum memenuhi standar konstruksi tahan gempa.
“Kerusakan diperparah karena struktur bangunan, terutama kolom dan ring balok, belum memenuhi standar tahan gempa,” ujarnya.
Pemerintah daerah telah melakukan langkah tanggap darurat, termasuk kaji cepat, pemantauan lapangan, serta penyaluran bantuan logistik.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan dukungan ke pemerintah pusat melalui Dana Siap Pakai (DSP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk mendukung proses pemulihan.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Pemerintah itu ibarat vitamin hadir untuk memberi dukungan dan penguatan. Namun, kekuatan utama tetap berasal dari masyarakat itu sendiri,” kata Bupati Kanis.
Sementara itu, Wakil Bupati Muhamad Nasir Laode menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan langkah mitigasi ke depan, termasuk penyusunan regulasi pembangunan rumah tahan gempa dan peningkatan sosialisasi kebencanaan.
Di sisi lain, sejumlah warga menilai bantuan yang diberikan masih terbatas. Tokoh masyarakat Desa Babokerong, Ahmad M., berharap pemerintah dapat meningkatkan dukungan, terutama untuk perbaikan rumah warga yang rusak.
“Kami mengapresiasi perhatian pemerintah. Namun, melihat kondisi kerusakan yang ada, bantuan ini masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap pemerintah dapat mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan penanggulangan bencana agar proses pemulihan berjalan lebih maksimal.
Pemkab Lembata menyatakan akan terus mendampingi masyarakat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memperkuat upaya mitigasi guna meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap potensi bencana di masa datang. (Lakonawa/Prokompimkablembata)
