Bank NTT Hadir sebagai Solusi, Polemik Iuran Guru di Flotim Capai Titik Temu

oleh -106 Dilihat

LARANTUKA, mediantt.com – Bank NTT kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Melalui fasilitasi Bank NTT Cabang Larantuka, polemik pemotongan gaji guru terkait iuran organisasi akhirnya menemukan titik temu antara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Cabang Flores Timur.

Pertemuan yang difasilitasi langsung oleh Kepala Bank NTT Cabang Larantuka, Patrisius IP Amahu, mempertemukan pengurus PGRI dan IGI Flores Timur di Aula Bank NTT Larantuka, Rabu (10/12/2025). Dialog berlangsung terbuka, hangat, dan penuh semangat kekeluargaan.

Dalam arahannya, Patrisius IP Amahu menyampaikan apresiasi kepada kedua organisasi profesi guru yang bersedia duduk bersama demi kepentingan para pendidik di Flores Timur. Ia menegaskan bahwa Bank NTT senantiasa bekerja berdasarkan prinsip kehati-hatian serta berlandaskan kuasa resmi yang diterima.

“Bank NTT mengapresiasi kehadiran kedua organisasi profesi ini untuk membicarakan persoalan guru dan mencari solusi bersama atas keluhan anggota IGI,” ujar Patrisius.

Ia menjelaskan, pemotongan iuran yang dilakukan Bank NTT selama ini didasarkan pada kuasa yang diberikan oleh PGRI terhadap anggotanya. Namun demikian, Bank NTT tetap terbuka terhadap koreksi apabila ditemukan kekeliruan dalam pelaksanaannya.

“Apabila terdapat kesalahan pemotongan terhadap anggota IGI, Bank NTT siap mengembalikannya. Kesepakatan hari ini menjadi dasar bagi kami untuk menindaklanjuti secara tepat dan profesional,” tegasnya.

Ketua IGI Cabang Flores Timur, Emanuel Fernandez, menyampaikan terima kasih atas respons positif dari PGRI Flores Timur dan pimpinan Bank NTT. Ia mengungkapkan bahwa IGI Flores Timur memiliki sekitar 500 guru yang terdaftar secara resmi melalui Nomor Tanda Anggota (NTA).

Ia menegaskan, IGI tidak memberlakukan iuran keanggotaan, sehingga pihaknya berharap tidak ada lagi pemotongan gaji terhadap anggota IGI ke depan. Sebagai solusi bersama, IGI Flores Timur akan menyerahkan data keanggotaan kepada PGRI Flores Timur dan Bank NTT sebagai acuan.

“Terkait pemotongan iuran yang telah terjadi sebelumnya, IGI Flores Timur tidak mempersoalkan pengembalian. Yang terpenting, kesepakatan ini menjadi pijakan agar ke depan tidak ada lagi pemotongan terhadap anggota IGI,” jelas Emanuel.

Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Flores Timur, Albert Da Gomes, menyampaikan apresiasi kepada IGI Flores Timur yang bersedia membuka ruang dialog dengan difasilitasi Bank NTT. Ia menegaskan, PGRI dan IGI memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kesejahteraan guru.

Albert menjelaskan, kerja sama PGRI dengan Bank NTT telah berlangsung sebelumnya sehingga mekanisme pemotongan iuran dijalankan sesuai kuasa yang diberikan. Ia pun menyambut baik rencana sinkronisasi data keanggotaan guna mencegah persoalan serupa di masa mendatang.

“Kesepakatan ini merupakan langkah baik demi kepentingan guru-guru di Flores Timur. Kami sepakat untuk menyinkronkan data agar tidak terjadi tumpang tindih keanggotaan,” tegas Albert. (*)