Melki Laka Lena Sebut Tidak Cukup Bukti Program Nyamuk Wolbachia Bermasalah

by -157 views

Melki Laka Lena 

KUPANG, mediantt.com – Setelah rapat kerja dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan, penyebaran nyamuk Wolbachia terbukti mampu menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Dan, tidak ada cukup bukti bahwa program Wolbachia ini bermasalah

“Ini adalah hasil penjelasan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat pertemuan bersama di Jakarta kemarin,” tegas Ketua Golkar NTT ini kepada wartawan di Hotel Neo Aston Kupang, Rabu (29/11).

Menurut Melki, program penyebaran nyamuk Wolbachia di Indonesia untuk menekan kasus DBD sudah terbukti.

“Intinya tidak ada cukup bukti bahwa program Wolbachia ini bermasalah. Semua bukti dari UGM dan Yogyakarta itu semua metode benar dan angka prevalensi DBD turun drastis,” kata Melki.

Menurut dia, penyebaran nyamuk Wolbachia adalah suatu metode penanganan DBD di dunia yang ditemukan Profesor Scott O’Neill di Australia melalui program World Mosquito.

Nyamuk Wolbachia ini sudah dikembangkan pada beberapa wilayah di dunia dan berhasil. Sehingga Indonesia melalui Universitas Gadjah Mada melakukan penelitian dan menerapkan program ini.

“Metode Wolbachia ini adalah metode di mana menyuntikan suatu zat kepada nyamuk betina yang intinya akan menghasilkan telur. Telur ini tidak akan mengandung penyebab DBD. Nyamuk Aedes Agepty yang dulunya kalau gigit kita membawa penyebab DBD itu tidak akan ada lagi,” tandas Melki.

Dia juga mengatakan, metode ini dipakai untuk menekan produksi nyamuk DBD sehingga kemampuan dia untuk menggigit dan menularkan DBD tidak ada lagi.

“Metode Wolbachia ini memperbanyak nyamuk yang sudah disuntikan zat pencegah DBD. Sehingga nyamuk banyak tetapi tidak menularkan DBD lagi, karena 60 persen nyamuk itu sudah tercampur Wolbachia,” cetus Melki.

Lanjut Melki, nyamuk Wolbachia ini mampu menekan pencegahan DBD secara drastis. Sebenarnya program Wolbachia bukan program baru, tetapi sudah berlangsung lama di Yogyakarta. Wolbachia yang dibawa ke Kupang itu sudah lolos uji coba.

Melki menegaskan, pemerintah sedang berusaha untuk menekan kasus DBD di Indonesia dengan pola Wolbachia.

“Aktifitas foging nyamuk menurun, dan penyakit DBD juga menurun. Intinya kami minta Kemenkes untuk memperkuat sosialisasi Wolbachia di daerah-daerah,” tandasnya.

Politisi yang juga Apoteker ini berharap, masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang belum dipastikan kebenarannya. (*/jdz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *