LABALA – Berpedoman pada Kurikulum 2013 khusus mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, yang dirancang berbasis aktivitas siswa dan dari kewarganegaraan diharapkan mendorong siswa menjadi warga negara berkarakter, baik melalui kepedulian, berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dari situ lahirlah sikap nyata berupa kerjasama antara siswa dan guru SMPN 3 Wulandoni Satap Lebala juga masyarakat, merenovasi Mushola Nurul Iman di Desa Leworaja, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata.

Ini juga sebagai wujud konkret dari pengembangan kepribadian siswa yang lebih ditekankan pada pembentukan karakter.

Dari Lebala dilaporkan, siswa SMPN 3 Wulandoni Satap Labala bersama para guru, bekerjasama dengan masyarakat melakukan kegiatan-kegiatan, diantaranya pengumpulan bebatuan dan kerikil untuk merenovasi pembangunan Mushola Nurul Iman di Desa Leworaja.

Penasehat Renovasi Pembangunan Rumah Ibadah Mushola Nurul Iman,
Muhammad Samin Lewar, mengatakan, kegiatan dimaksud in juga merupakan wujud kerjasama sosial, kerukunan dan toleransi siswa dalam membangun rumah ibadah. Selain itu, untuk menjaga dan menjamin kerukunan antarsiswa yang berbeda agama yang harus ditanamkan secara dini sehingga tidak menimbulkan kekacauan antarsiswa.

Menurut Muhammad Samin Lewar, panitia meminta keterlibatan siswa-siswi untuk mengumpulkan bebatuan dan kerikil karena panitia pembangunan kekurangan dana.

Mantan kepala desa Leworaja 7 periode ini menjelaskan, awal pembangunan Rumah Ibadah Mushola Nurul Iman pada tahun 1990 menggunakan dana PKK desa selama 7 tahun, dan sempat diperiksa oleh Irwilkab.

“Tujuan awal pembangunan Mushola adalah sebagai tempat ibadah yaitu membiasakan umat solat lima waktu, dan sebagai tempat latihan dan peningkatan membaca Al-quran,” mantan kades 35 tahun ini.

Karena itu, sebut dia, sudah saatnya merenovasi Pembangunan Rumah Ibadah ibadah karena daya tampung sudah tidak memungkinkan lagi, dari rumah ibadah lama 7 x 7 meter diperluas dengan ukuran 11 x 13 meter.

Harapan dari bapak Samin yang juga adalah ketua komite smpn 3 adalah “Saya berharap kita tetap dan selalu bekerjasama tidak hanya membangun rumah-rumah ibadah tetapi juga untuk kegiatan sosial kemasyarakatan lain, seperti kegiatan yang sudah dihasilkan sejak awal berdirinya SMPN 3 Wulandoni Satap Labala,” kata Ketua Komite SMPN 3 ini.

Ia juga berharap ada sumbangsi dari para donatur untuk mengatasi kekurangan dana karena dana pembangunan yang sedang digunakan panitia merupakan swadaya murni umat/masyarakat. “Kekurangan dana kiranya mendapat respon dari siapapun,” harap dia. (frk)