KUPANG – Walikota Kupang, Dr Jefri Riwu Kore, bakal memberi perhatian serius terhadap dunia pendidikan di Kota Kupang, terutama sarana dan prasarana yang masih memprihatinkan, juga gaji untuk guru-guru honor.

“Pendidikan menjadi salah satu prioritas selama masa kepemimpinan saya. Kita akan lakukan berbagai terobosan yang dapat menunjang pendidikan di Kota Kupang, baik dari sisi kenyamanan maupun bantuan berupa beasiswa,” jelas mantan anggota Komisi X DPR RI itu, ketika
mengunjungi SD Negeri Tenau, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Jumat (2/2/2018).

Disaksikan media, sekolah yang dikunjungi Walikota Jefri itu kondisinya memprihatinkan, karena dindingnya berbahan ranting pohon lontar atau bebak, dalam bahasa Timor.

Walikota juga melakukan pengecekan terhadap sarana prasarana, seperti ruang belajar, ruang guru, perpustakaan dan fasilitas mengajar para guru.

Usai melihat kondisi sekolah, Walikota menyambangi beberapa guru, yang notabene guru honor. Walikota meminta kepala sekolah untuk memperhatikan upah honorer agar selanjutnya ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Walikota Jefri juga meminta kepala sekolah untuk membuat proposal usulan rehab dan pembangunan gedung sekolah, agar segera ditindaklanjuti. Selain itu, dia juga menghimbau agar di lingkungan sekolah dapat ditanam pohon agar lebih sejuk.

“Jadi langkah-langkah strategis akan kami lakukan untuk kemajuan pendidikan di Kota Kupang,” ujar Walikota Jefri.

Kunjungi Longsor

Selain mendatangi SDN Tenau, Walikota juga mengunjungi lokasi longsor di Kelurahan Air Mata.
Didampingi Lurah Air Mata Walikota menuju lokasi longsor di sekitar Tempat Pemakaman Umum Kelurahan Air Mata. Walikota berjalan kaki melintasi medan licin dan sempit.

Di lokasi longsor Walikota Jefri bersalaman dengan masyarakat sekitar dan pekerja yang sedang mengerjakan drainase.

Walikota menanyakan sumber mata anggaran untuk pengerjaan drainase. Lurah Airmata, M Adriyanto Abdul Jalil menuturkan, anggaran yang digunakan bersumber dari BPBD Kota Kupang, sekitar Rp 200 juta.

“Anggaran itu masih sangat sedikit untuk mengatasi banjir dan longsor. Perbaikan drainase saja sudah butuh anggaran besar, apalagi membuat baru untuk memperlancar aliran air menuju tempat terendah atau ke laut,” kata Walikota.

Bangun Jembatan Gantung

Sementara itu, dalam kunjungan ke Kelurahan Pankaes Oeleta dan Manutapen, Kecamatan Alak, Walikota Jefri mengatakan akan membangun jenbatan gantung yang menghubungkan dua kekurahan, yakni Penkase Oeleta dan Manutapen.

“Kita akan membangun jembatan gantung di lokasi itu yang menghubungkan Kelurahan Penkase Oeleta dan Kelurahan Manutapen,” kata Walikota Jefri Riwi Kore saat mengunjungi lokasi tersebut, Kamis (1/2/2018).

Menurut Walikota yang akrab disapa Jeriko ini, rencana pembangunan jembatan gantung tersebut akan menggunakan dana APBN. “Kita akan gunakan dana APBN, bukan pakai APBD. Semoga pada tahun ini bisa terealisasi dan segera dibangun,” kata Jeriko.

Walikota juga mengatakan, kondisi geologis wilayah tersebut, secara fisik memisahkan lokasi tempat tinggal penduduk dengan sekolah, pasar, serta pemukiman lain. Karena itu, masyarakat sangat memerlukan jembatan penyebarangan yang khusus diperuntukan bagi pejaman kaki.

“Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat menuju sekolah, pasar, tempat kerja, juga mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses lainnya,” tegas mantan anggota DPR RI dua periode ini. (*/jdz)