Kepala Sekolah Harus Jadi Contoh dan Teladan

by -280 views

KUPANG  – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan kepala sekolah harus bisa menjadi manager yang profesional, untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Selain menjadi manager baik, kepala sekolah juga harus lebih kreatif dan berinovasi untuk kemajuan anak-anak didik yang merupakan generasi harapan bangsa,” kata Frans Lebu Raya ketika melantik 39 kepala sekolah SMA Negeri di Kupang, Selasa.

Para Kepala Sekolah SMA Negeri yang dilantik ini berasal dari semua kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu.

“Saya ingin menekankan bahwa kepala sekolah adalah seorang pemimpin di lingkungan sekolah. Jadi harus bisa menjadi manager yang profesional, punya prinsip kerja, berinovasi dan kreatif untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar di sekolah,” katanya.

Menurut dia, keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah harus didukung dengan lingkungan yang aman, hubungan yang harmonis antara kepala sekolah dan guru serta anak didik.

“Jangan sampai kepala sekolah jalan dengan urusan sendiri, guru juga jalan sendiri-sendiri, sehingga merugikan anak didik,” katanya.

Gubernur juga berpesan kepada para kepala sekolah, untuk terus menerus melakukan berbagai terobosan-terobosan yang bisa memberi manfaat dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini.

“Sekolah negeri bisa belajar sistem belajar mengajar dari sekolah-sekolah swasta yang bermutu. Tidak perlu malu kalau memang itu untuk kebaikan anak-anak didik kita,” kata Lebu Raya yang juga mantan Kepala Sekolah SMP Lamaholot 1912 Watoone ini.

Kepala Dinas Pendidikan Yohana Lisapaly menambahkan, pelantikan para kepala sekolah ini bukan merupakan bagian dari mutasi para kepala sekolah pascapengalihan status SMA/SMK ke provinsi beberapa waktu lalu.

Pelantikan ini harus dilakukan untuk mengisi kekosongan karena mereka harus menandatangani dokumen seperti ijazah anak-anak didik yang baru saja menyelesaikan studi ditingkat SMA/SMK.

“Pelantikan ini hanya mengisi kekosongan karena harus ada kepala sekolah defentif untuk menandatangani dokumen anak-anak yang baru lulus ujian. Jadi bukan mutasi kepala sekolah seperti yang berkembang di media sosial,” katanya. (hms/jdz)