Kemanunggalan TNI-Rakyat Cegah Potensi Disintegrasi Bangsa

by -109 views

Maumere, mediantt.com – Selama satu bulan, ratusan prajurit TNI dari berbagai unit di wilayah Korem 161/Wirasakti, melaksanakan program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-98 di Desa Darat Pantai, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Kemanunggalan TNI dan rakyat ini sebagai salah satu strategi dari upaya pencegahan potensi disintegrasi bangsa.

Program TMMD merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu akselerasi program pembangunan di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau. Program ini juga sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya luhur bangsa Indonesia yang menjadi makna inti dari Pancasila yaitu gotong-royong. Melalui budaya gotong-royong dan kemanunggalan dalam program TMMD, diharapkan semakin embentengi diri dari potensi disintegrasi bangsa yang dipicu dari sentimen perbedaan dan sikap intoleransi.

Pada TMMD ini digelar berbagaI kegiatan fisik dan non-fisik. Kegiatan fisik dengan melibatkan partisipasi masyarakat seperti pembukaan jalan 2.900 meter dengan lebar 6 meter yang menghubungkan Desa Darat Pantai dan Desa Bangkoor, pembuatan turap atau talud dan penimbunan galian sepanjang 613 meter, dan pembangunan 7 unit crossway.

Sedangkan kegiatan non-fisik berupa penyuluhan bela negara, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kamtibmas, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan keluarga berencana, penyuluhan teknologi tepat guna, dan pemutaran film.

Kasrem 161/Wirasakti Gregorius Suharso saat menutup TMMD ke-98, Kamis (4/5), mengatakan, di tengah dinamika kehidupan sosial kemasyarakatan yang diwarnai berbagai permasalahan yang sangat kompleks seperti saat ini, kegiatan non-fisik sangat dibutuhkan untuk membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat.

Hal itu merupakan sebuah kebutuhan untuk menangkal berbagai ancaman disintegrasi bangsa yang dilancarkan melalui psywar yaitu berupa maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, ancaman terorisme, aksi kriminalitas, kebangkitan komunisme gaya baru, serta perang informasi yang melanda hampir seluruh penjuru dunia.

Oleh karena itu, kata dia, TMMD dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah melalui TNI untuk membangun dan memperkuat ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah yang sangat diperlukan dalam membangun ketahanan nasional untuk menjaga tetap tegaknya kedaulatan NKRI.

Dia berharap, kebersamaan antara TNI dan rakyat yang ditunjukkan selama satu bulan ini, semoga saja merupakan refleksi dari kemanunggalan yang hakiki antara segenap komponen bangsa untuk mengatasi berbagai persoalan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari kemanunggalan TNI-rakyat yang merupakan roh perjuangan bangsa yang akan terus dibangun serta dipelihara guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan negara yang bersifat semesta sebagai ciri khas negara Indonesia yang mengedepankan keterpaduan antara TNI dan rakyat.

Untuk tahun 2017 ini, secara nasional program TMMD dilaksanakan pada 357 daerah, satu di antaranya di Kabupaten Sikka. Dan sejak tahun 2017 ini, pelaksanaan TMMD ditingkatkan menjadi tiga kali kegiatan dalam satu tahun. (vicky da gomez)

Ket Foto: Kasrem 161/Wirasakti Gregorius Suharso menyerahkan berita acara hasil pelaksanaan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-98 kepada Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera di Desa Darat Pantai Kecamatan Talibura, Kamis (4/5).