Pansus Taman Kota Jemput Paksa Konsultan Perencana dan Pengawas

by -135 views

Maumere, mediantt.com – Pansus Taman Kota di DPRD Sikka berniat akan menjemput paksa Direktur CV Sonny Helper Consultant dan Direktur CV Dekon Mitra Konsulindo selaku konsultan perencana dan konsultan pengawas pada Proyek Taman Kota Maumere. Pasalnya, sudah tiga kali diundang untuk dimintai keterangan, dua direktur ini tidak hadir.

“Kami sudah panggil semua pihak, dari pemerintah dan kontraktor pelaksana, yang belum datang itu konsultan perencana dan konsultan pengawas. Sudah tiga kali kami undang tapi mereka tidak datang. Besok (Selasa, 7/3) kami panggil lagi, kalau tidak datang yah kami jemput paksa,” terang Ketua Pansus Taman Kota Gorgonius Nago Bapa di ruang kerja Komisi II DPRD Sikka, Senin (6/3).

Nago Bapa yang saat itu disampingi Wakil Ketua Pansus Fabianus Toa menjelaskan, Direktur CV Sonny Helper Consultant dan Direktur CV Dekon Mitra Konsulindo sempat datang pada panggilan pertama. Hanya waktu itu bertepatan dengan Rapat Pimpinan DPRD dan Pimpinan Fraksi. Karena rapat berlangsung lama akhirnya mereka pulang. Sementara panggilan kedua dan panggilan ketiga, keduanya tidak memenuhi undangan tanpa alasan.

Dia mengatakan, surat panggilan kepada dua direktur ini diantar ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka. Komunikasi administrasi ini, katanya, masih prosedural, karena konsultan perencana dan konsultan pengawasa adalah mitra kerja Dinas PU Sikka. Untuk panggilan besok (hari ini, red), dia mengaku sudah koordinasi dengan Sekretariat DPRD Sikka agar undangannya diantar langsung ke masing-masing alamat perusahaan tersebut.

Hingga kini Pansus Taman Kota belum mengerucut kepada kesimpulan. Nago Bapa yang juga adalah Ketua Fraksi Partai Golkar berlasan kesimpulan baru akan diketahui setelah mendengar keterangan dari konsultan perencana dan konsultan pengawas.

Ditanya tentang kemungkinan adanya temuan pada Proyek Taman Kota senilai Rp 2,5 miliar itu, nago Bapa belum berani menyebutkan. Dia berlasan kerja Pansus Taman Kota masih berproses.

“Saya belum bisa sampaikan karena kami belum sampai pada  kesimpulan. Kalau kami sudah selesai kerja, sudah final, kami wajib menyampaikan kesimpukan kepada DPRD Sikka,” jelas dia.

Proyek Taman Kota Maumere ini sempat mewarnai diskusi berbagai pihak. Persoalannya mulai muncul ketika penebangan sejumlah pohon di lokasi proyek. Diduga penebangan ini tidak melalui kajian dampak lingkungan sehingga tidak ada rekomendasi UKL-UPL dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka. Selain itu saat pelaksanaan kegiatan terjadi pergantian nama konsultan pengawas pada papan nama proyek yang mengundang kecurigaan banyak pihak. (vicky da gomez)

Ket Foto: Ketua Pansus Taman Kota maumere Gorgonius Nago Bapa sedang memberikan keterangan tentang kerja pansus, Senin (6/3).