Adnan Buyung Nasution Meninggal Dunia

by -25 views

JAKARTA – Duka tengah menyelimuti dunia hukum Indonesia. Advokat senior yang juga pejuang HAM Adnan Buyung Nasution baru saja berpulang. Pria yang akrab disapa Bang Buyung ini wafat pada usia 81 tahun, Rabu (23/9) pukul 10.15 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, setelah mengalami gangguan jantung. Kabar tersebut dibenarkan oleh salah satu anaknya, Pia Akbar Nasution.

“Iya, betul. Ayah saya meninggal. Tadi pukul 10.15. Nanti akan dibawa ke rumah duka,” kata Pia saat dihubungi sekitar pukul 10.40 WIB.

Menurut Pia, saat ini, jenazah ayahnya sedang dipersiapkan dibawa ke rumah duka. “Saya mohon dimaafkan bapak, ya,” ujarnya singkat.

Adnan diketahui mulai dirawat sejak pekan lalu. Pia sebelumnya menuturkan bahwa Adnan Buyung dirawat di rumah sakit awalnya karena mengalami sakit pada giginya.

Pengacara senior kelahiran 20 Juli 1934 itu sudah menderita gagal ginjal sejak Desember 2014 kemudian harus mengalami perawatan lebih lanjut setelah menjalani pencabutan gigi.

Ucapan duka pun datang dari berbagai kalangan. Banyak kenangan yang tertinggal termasuk bagi Pelaksana tugas (Plt) Ketua KPK Taufiequrachman Ruki. Sebagai pribadi, Ketua KPK Jilid I itu menganggap Buyung sangat berjasa untuknya. Selama mengabdi di Polri Ruki mengenal Buyung. Bahkan dia menganggap advokat berambut putih itu sebagai guru.

“Selamat jalan guruku. Selamat jalan abangku, semoga Allah menempatkan arwah abang bersama arwah para solihin dan syuhada. Amin,” kata Ruki di Jakarta, Rabu (23/9).

Menurut Ruki, Buyung merupakan tokoh hukum, demokrasi dan HAM yang konsisten, fenomenal dan legendaris. Seluruh advokat memanggil Buyung dengan sebutan abang. Baik tua maupun muda, pertanda bahwa beliau tidak mengenal batas.

Saat menjadi Taruna AKABRI tahun 1970, Ruki mengaku banyak belajar dari Buyung tentang strategi atau siasat advokat dalam membela kliennya. Hal itu penting baginya selaku penyidik untuk memetakan langkah-langkah “lawannya” di pengadilan nanti.

“Dan saya belajar banyak dari cara, taktik dan tekniknya dalam membela kliennya untuk mengantisipasi serangan balik dari pembela para tersangka yang disidik dan dituntut,” ujar Ruki.

Tak hanya saat menjadi anggota Polri, saat duduk di parlemen, Ruki juga intens berkomunikasi dengan Buyung saat merumuskan UU KPK bersama tokoh hukum lainnya. Buyung juga anggota Pansel Capim KPK Jilid I yang menyaring Ruki dan koleganya seperti, Tumpak Hatorangan Pangabean, Erry Riana hingga terpilih menjadi komisioner KPK.

Satu hal yang paling diingat Ruki tentang Buyung adalah konsistensinya. Kalau menyangkut prinsip Buyung berani menghadapi risiko. Sifat yang sekarang ini harus dimiliki generasi muda.

“Kalau sudah menyangkut prinsip, Bang Buyung dengan siapapun berani berbeda pendapat dengan segala risikonya,” kata Ruki.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dukacita atas meninggalnya advokat senior Adnan Buyung Nasution. Hal itu disampaikan presiden usai tiba di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. “Innalillahi Wa Inna Ilahi Rojiun, saya sampaikan dukacita atas meninggalnya bang Adnan Buyung Nasution,” kata Jokowi, di Banjarbaru sebagaimana dirilis Tim Komunikasi Presiden, Rabu (23/9).

Adnan Buyung, kata Jokowi, adalah tokoh panutan yang melakukan banyak perjuangan, termasuk hak asasi manusia (HAM). “Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya. Amin,” kata Jokowi.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang sedang melawat ke New York, Amerika Serikat, juga menyampaikan belasungkawa dan menyebut almarhum sebagai pejuang hukum dan hak asasi manusia (HAM)

“Pak JK menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya Bapak Adnan Buyung Nasution. Semoga almarhum khusnul khotimah,” kata Juru Bicara (Jubir) JK, Husain Abdullah melalui pesan singkat, Rabu (23/9).

Menurut Husain, di mata JK, Buyung adalah sosok yang pantang menyerah memperjuangkan tegaknya hukum, HAM, dan demokrasi. Oleh karena itu, Indonesia patut berduka karena telah kehilangan sosok yang gigih memperjuangkan penegakan hukum di Tanah Air.

Punya Indera Keenam

Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin juga turut berdukacita atas meninggalnya pengacara senior Adnan Buyung Nasution. Aziz mengenal sosok Adnan sebagai seseorang yang mempunyai pemikiran-pemikiran di luar kebiasaan atau out of the box.

“Tapi, pemikiran itu kadang-kadang menjadi kenyataan. Jadi, seperti punya indera keenam, bisa menerawang, mungkin jam terbang ya. Jam terbangnya kan sudah mumpuni,” kata Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Berpulangnya Buyung, kata dia, merupakan kehilangan seorang tokoh senior yang bisa diajak berdiskusi mengenai masalah-masalah hukum. Saat menjadi pengacara, Aziz mengaku sering berdiskusi mengenai sidang yang akan dihadapinya di pengadilan. Begitu juga saat memimpin komisi hukum di DPR. Menurut Aziz, ia juga masih sering bertukar pikiran. “Pemikiran-pemikiran beliau sering menjadi pertimbangan bagaimana kita menghasilkan keputusan,” kata politisi Partai Golkar ini.

Pahlawan Sejati Hukum

Menko Kemaritiman Rizal Ramli menyampaoikan belasungkawa atas berpulangnya advokat senior, Adnan Buyung Nasution, Rabu (23/9). Baginnya, Adnan Buyung Nasution yang akrab disapa Bang Buyung adalah pahlawan sejati hukum, keadilan, dan hak asasi manusia (HAM).

Menurut Rizal, Bang Buyung tidak pernah lelah, tidak pernah menyerah, dan selalu optimistis untuk memperjuangkan keadilan di Indonesia.

“Saya bersyukur masih menengok abang dua hari yang lalu di RSPI. Dia pembela gratis saya dan kawan-kawan mahasiswa ketika di penjara di Sukamiskin dan diadili di Pengadilan Negeri Bandung tahun 1978-1979. Bersama Pak Haryono Tjitrosubeno SH, Ibu Amartiwi Saleh SH, Abang all out membela mahasiswa yang menjadi oposisi terhadap Soeharto. Semoga cita-cita Abang terus jadi obor perjuangan kita semua,” kata Rizal Ramli.

Sementara mantan Ketua KPK sekaligus mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Busyro Muqoddas menganggap advokat senior Adnan Buyung Nasution alias Bang Buyung sebagai mujahid atau pejuang hukum dan hak asasi manusia (HAM), yang mau berada pada barisan terdepan membela masyarakat lemah saat rezim Orde Baru (Orba) berkuasa.

“Prof (IUR) Adnan Buyung Nasution merupakan wujud dari dunia advokat yang berbasis ideologi kerakyatan yang tulen. Dia advokat rakyat, mujahid hukum dan HAM yang tampil terdepan membela secara prodeo rakyat korban kecongkakan rezim Orba yang lalim secara sistemik,” kata Busyro kepada SP saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (23/9).

Mewakili PP Muhammadiyah dan UII Yogyakarta, Busyro menyatakan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sebagai junior, Busyro mengaku sangat kehilangan sosok tangguh itu, yang tak segan menerima kritik dari anak buahnya. Namun, Busyro juga bangga karena melalui LBH yang didirikan Buyung, banyak lahir advokat-advokat andal.

“Saya sebagai juniornya kehilangan secara hakiki, namun bangga karena almarhum sudah menyiapkan penerusnya yang tangguh, prorakyat. Bangsa ini perlu belajar dari kegigihan almarhum,” kata Busyro.

Sifat Buyung yang dikenang Busyro adalah kegelisahan almarhum terhadap kezaliman. Hal ini diperlihatkan Buyung saat terjadi konflik cicak versus buaya. (sp/net/jdz)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments