Yayasan Vinea Dei Resmikan Gereja ke-204 di Atadei, Bupati Apresiasi Pelayanan Jangkau Wilayah Terpencil

oleh -105 Dilihat

Ketua Yayasan Vinea Dei, Albertus Gregory Tan.

ATADEI, mediantt.com – Yayasan Vinea Dei menorehkan catatan penting dengan berhasil membangun Kapela St. Andreas Motong yang terletak di Paroki Lerek, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata. Bangunan ini menjadi gereja ke-204 yang dibangun oleh yayasan tersebut di seluruh Indonesia, sebagai bukti komitmen mendampingi umat Katolik di wilayah-wilayah terpencil selama 15 tahun terakhir.

Perayaan Ekaristi Pemberkatan Kapela dan Penerimaan Sakramen Krisma berlangsung khidmat pada Minggu (14/6/2026), dipimpin langsung oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, Ketua TP PKK Kabupaten Lembata Ny. Ursula Surat Bayo, serta Ketua Yayasan Vinea Dei, Albertus Gregory Tan.

Ketua Yayasan Vinea Dei, Albertus Gregory Tan, menegaskan, pembangunan tempat ibadah tidak hanya berorientasi pada jumlah umat, melainkan didasarkan pada kebutuhan dan keberlangsungan kehidupan rohani masyarakat.

“Umat yang kecil tidak boleh dilupakan. Mereka tetap harus didampingi dan dipelihara agar kehidupan iman mereka terus bertumbuh,” ujar Albertus dalam sambutannya.

Albertus bercerita, panggilan untuk melayani telah ia jalani sejak usia muda dengan mengunjungi berbagai pelosok Nusantara. Kunjungan ke Lembata kali ini merupakan yang kedua kalinya, dan ia menyampaikan komitmen kuat untuk terus mendukung pembangunan di wilayah Keuskupan Larantuka.

“Saya berharap Lembata dan Flores Timur dapat menjadi rumah kedua saya selain Jakarta,” tuturnya.

Perayaan dengan tema “Menjadi Bait Allah yang Hidup Dalam Satu Tubuh, Satu Roh dan Satu Harapan” ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan bagi umat Stasi St. Andreas Motong.

Di kesempatan yang sama, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, khususnya Yayasan Vinea Dei dan Keuskupan Larantuka. Menurutnya, kehadiran Uskup hingga ke kampung-kampung kecil menjadi teladan nyata bagi pemerintah untuk tidak meninggalkan wilayah pinggiran.

“Kehadiran Bapak Uskup di kampung kecil ini menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk terus hadir dan melayani masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terpencil,” ujar Bupati.

Tidak hanya berbicara soal pembangunan rohani, Bupati juga merespons aspirasi masyarakat terkait infrastruktur dan kesejahteraan. Ia melaporkan, saat ini seluruh wilayah Lembata telah teraliri listrik, sementara program penyediaan air bersih terus diupayakan secara bertahap.

Kepala Daerah juga menyoroti potensi besar Kecamatan Atadei sebagai salah satu lumbung ekonomi Kabupaten Lembata di sektor pertanian dan peternakan. Mengacu pada kondisi curah hujan yang baik dalam dua tahun terakhir, produktivitas pertanian, khususnya jagung, me⁰nunjukkan tren positif.

Untuk mendukung para petani, Pemerintah Kabupaten Lembata menerapkan kebijakan baru berupa pembelian jagung dengan sistem penimbangan jagung tongkol. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban petani agar tidak perlu memipil dan menjemur secara mandiri.

“Kebijakan ini kami ambil untuk memudahkan petani. Pemerintah hadir untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Bupati yang juga mantan Kadis Pertanian ini.

Ia menegaskan, pembangunan Lembata akan terus berfokus pada sektor unggulan Nelayan, Tani, dan Ternak sebagai fondasi utama ekonomi masyarakat.

Acara itu juga dihadiri oleh Anggota DPRD Lembata, Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai, Sekretaris Keuskupan Larantuka, Romo Deken Lembata, Camat Atadei dan Buyasuri, unsur Forkopimcam, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. (Lakonawa/Prokompimkablembata)