WELIMAN – SMA Santo Paulus Weliman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan budaya literasi dan riset di lingkungan sekolah melalui kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah (KTI), pada Sabtu 28 Februari 2026 secara Hybrid di sekolah dan via Zoom.
Dalam sesi pertama, Prof. Dr. R. Haryo Bimo Setiarto, S.Si., M.Si membawakan materi bertajuk Karya Ilmiah dan Penelitian. Dia menjelaskan, karya ilmiah merupakan hasil pemikiran manusia yang didasarkan pada ilmu yang benar, bersifat kritis, analitis, rasional, objektif, dan sistematis. Siswa diajak memahami bahwa sebuah tulisan ilmiah harus mengandung masalah yang jelas, dibahas berdasarkan fakta, serta menggunakan metode tertentu dalam pemecahannya.
Dia juga menjelaskan perbedaan berbagai bentuk karya ilmiah seperti makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, hingga disertasi, sekaligus menekankan pentingnya kejelasan, kelogisan, kelugasan, keobjektifan, dan ketuntasan dalam penyusunan tulisan ilmiah.
Tidak hanya itu, peserta diperkenalkan pada perbedaan riset kuantitatif dan kualitatif, termasuk bagaimana hipotesis dibangun dan diuji secara empiris maupun bagaimana persoalan sosial dipahami secara holistik melalui pendekatan kualitatif.
Materi ini membuka wawasan siswa bahwa penelitian bukan sekadar teori, melainkan proses ilmiah yang runtut dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Lutfi Anshory, S.Si., M.Si. membawakan materi Teknik Menulis Artikel Ilmiah dengan penekanan pada substansi dan state of the art dalam penulisan. Dia menjelaskan, artikel ilmiah merupakan karya tulis berbasis hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan memiliki sistematika yang baku, mulai dari judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, hingga daftar pustaka.
Dalam pemaparannya, siswa dilatih menyusun judul yang menarik, informatif, dan ringkas (5 – 14 kata), menulis abstrak yang padat namun mencakup latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan dalam satu paragraf, serta memilih kata kunci yang relevan.
Penekanan penting diberikan pada bagian pendahuluan, khususnya bagaimana menyusun state of the art untuk menunjukkan kebaruan (novelty) penelitian serta menghindari duplikasi dan plagiarisme ide.
Pada bagian metodologi, peserta diajak memahami pentingnya menjelaskan prosedur penelitian secara rinci, termasuk adopsi atau modifikasi metode. Sementara pada bagian hasil dan pembahasan, yang disebut sebagai “jantung artikel ilmiah”, Lutfi menekankan ketajaman analisis, keseimbangan antara data dan interpretasi, serta keterkaitan yang sinkron antara judul, latar belakang, tujuan, hasil, dan kesimpulan.
Suasana pelatihan semakin hidup saat sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat dan komunikatif. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari strategi menentukan topik penelitian yang memiliki nilai kebaruan, khususnya dalam konteks daerah perbatasan yang masih terbatas prasarana pendukungnya, teknik menyusun latar belakang penelitian yang kuat, cara memilih referensi ilmiah terbaru, hingga kiat praktis agar karya ilmiah yang dihasilkan dapat dipublikasikan pada jurnal terakreditasi SINTA.
Ketua panitia, Maria Gaudensiana Bria, S.Ag., mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi SMA Santo Paulus Weliman dalam penulisan karya ilmiah. Kompetensi tersebut diharapkan menjadi fondasi awal bagi peserta untuk mengikuti berbagai lomba karya tulis ilmiah, sekaligus sebagai bekal akademik ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kepala SMA Santo Paulus Weliman, Stefanus Remigius Bere, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Workshop Penulisan Karya Ilmiah (KTI) serta apresiasi kepada para narasumber dan panitia atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan.
Dia menegaskan, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meneliti, dan menulis karya ilmiah yang bermanfaat.
Dia juga berpesan kepada para siswa-siswi SMA Santo Paulus Weliman yang mengikuti kegiatan pelatihan KTI bahwa karya ilmiah bukan sekadar teori, melainkan wujud kepedulian terhadap permasalahan sekitar serta sarana untuk melatih berpikir kritis, sistematis, dan jujur secara akademis.
Primus Alezandro Nahak, yang akrab disapa Sandro salah satu siswa SMA Santo Paulus Weliman, saat ditanya mengenai perasaannya setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, menuturkan, pelatihan penulisan karya tulis ilmiah sangat menyenangkan dan sangat bermanfaat.
Menurut dia, pada awalnya materi terasa cukup sulit, namun setelah dijelaskan, secara bertahap menjadi lebih mudah dipahami. Melalui pelatihan tersebut, ia menjadi lebih memahami struktur dan cara menyusun karya tulis ilmiah dengan baik, sekaligus menambah wawasan serta meningkatkan rasa percaya diri untuk mulai menulis secara mandiri.
Melalui pelatihan ini, SMA Santo Paulus Weliman tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis menulis karya ilmiah, tetapi juga menanamkan pola pikir ilmiah yang kritis, objektif, dan sistematis sebagaimana standar akademik nasional. Kehadiran pakar dari BRIN menjadi inspirasi tersendiri bagi para siswa untuk berani meneliti, menulis, dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sejak dini.
Di akhir sesi pelatihan, Ketua Panitia, Maria Gaudensia Bria menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang. Kegiatan lanjutan itu diharapkan dapat mendampingi siswa dan guru dalam menghasilkan karya tulis ilmiah yang kemudian direviu oleh para narasumber serta dapat dipublikasikan pada jurnal terakreditasi maupun jurnal ber-ISBN. Usulan tersebut disambut positif oleh para narasumber yang menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan kolaborasi kegiatan ke depan. (patris bria)
