Puskesmas Oebobo Kupang Skrining 771 Orang Berisiko HIV, Stok Obat Aman

oleh -33 Dilihat

Para medis sedang melayani pasien di Puskesmas Oebobo, Kota Kupang.

KUPANG, mediantt.com – Puskesmas Oebobo, Kota Kupang, terus memperkuat deteksi dini HIV/AIDS. Hingga Agustus 2026, sebanyak 771 orang berisiko telah menjalani skrining, sementara 230 Orang dengan HIV (ODHIV) sedang menjalani pengobatan.

Plt. Kepala Puskesmas Oebobo, dr. Maria Fransiska Febriyanti Kopong, mengatakan, skrining menyasar populasi berisiko termasuk populasi kunci dan terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Sampai September kita skrining populasi berisiko dan masyarakat sekitar. Jumlahnya sekitar 700-an orang,” kata Maria, Kamis (24/9/2026).

Puskesmas Oebobo juga menyediakan obat bagi ODHIV sehingga pasien tidak perlu mengambil obat ke rumah sakit. Stok dipastikan aman.

“Untuk stok obat-obatannya juga tersedia,” ujarnya.

Untuk menjangkau sasaran, Puskesmas bekerja sama dengan komunitas dan lembaga penanggulangan HIV/AIDS. Komunitas dinilai lebih mudah diterima dalam edukasi dan ajakan pemeriksaan.

Masyarakat memilih Puskesmas Oebobo karena nyaman dan privasi terjaga. Pelayanan HIV ditempatkan terpisah dari poli umum.

“Kalau HIV langsung di sebelah sini, tidak bergabung. Karena kita melihat privasinya,” jelasnya.

Selain pasien yang datang mandiri, petugas juga melakukan penjangkauan melalui layanan ibu hamil dan poli lainnya.

Maria mengakui masih ada kelompok berisiko yang enggan diperiksa, sehingga edukasi rutin terus dilakukan bersama komunitas.

“Paling bagus kerja samanya dengan komunitas. Kalau mereka yang menjelaskan, lebih gampang diterima,” katanya.

Ia mengajak masyarakat berisiko tidak menunda pemeriksaan agar deteksi dini dan pengobatan segera dilakukan. (*)