LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata menyatakan dukungan terhadap rencana pelaksanaan operasi katarak gratis yang menargetkan sekitar 300 warga dari wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di kawasan Solor, Adonara, dan Lembata.
Program yang dijadwalkan berlangsung pada 23 – 25 April 2026 ini dibahas dalam audiensi Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial bersama Sentra Efata Kupang dengan Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, di rumah jabatan Wakil Bupati, Jumat (13/3).
Penelaah Teknis Kebijakan Sentra Efata Kupang, Elias Aldrin Habel, mengatakan, katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan hingga kebutaan di Indonesia.
Kondisi tersebut, menurut dia, banyak dialami masyarakat miskin dan warga di wilayah 3T yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan spesialis mata.
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Sosial, sentra pelayanan sosial, lembaga filantropi, serta dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Sasaran kegiatan adalah masyarakat penderita katarak dari kelompok ekonomi desil 1 hingga 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah lolos proses skrining medis.
Wabup Nasir menilai, program ini penting bagi masyarakat Lembata, terutama setelah dampak lingkungan pasca-erupsi gunung yang berpotensi memicu gangguan kesehatan mata.
Pemerintah daerah, kata Wabup Nasir, juga telah menyiapkan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Lembata sebagai lokasi pelaksanaan operasi guna memastikan layanan dapat menjangkau warga kepulauan yang membutuhkan. (Lakonawa/Prokompimkablembata)
