Simulasi pembuatan alat peraga Mistar Hitung Braille.
WAINGAPU, mediantt.com – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kanatang, melakukan simulasi pembuatan alat peraga mistar hitung Braille pada materi operasi hitung bilangan bulat.
“Simulasi pembuatan alat peraga mistar hitung Braille pada materi operasi hitung bilangan bulat bagi bagi pendidik di SLB Negeri Kanatang di Sumba Timur itu penting,” kata Ketua Tim PKM Unkriswina Sumba Elsy Senides Hana Taunu, S.Pd, M.Pd Rabu (30/7/7/2025),
Kegiatan itu, menurut dia, sudah dilaksanakan selama dua hari sejak 23-26 Juli 2025, oleh Tim PKM yang merupakan kolaborasi dua program studi (prodi) yakni, Prodi Matematika dan Pendidikan Biologi.
Elsy menjelaskan, kegiatan yang didanai Kementerian Penidikan Tinggi Sains dan Teknologi ini penting untuk dilakukan simulasi pembuatan alat peraga mistar hitung Braille agar para pendidik di SLB Kanatang dapat mengetahui proses pembuatan mistar hitung serta mengembangkan alat peraga.
“Kita harap proses pembuatan mistar hitung ini dapat dikembangkan menggunakan bahan-bahan yang berada di lingkungan para guru di SLB juga dapat meningkatkan pengetahuan tentang angka Braille,” tuturnya.
Salah satu guru SLB Kanatang Mercy P. Ana Amah mengatakan, sebagai guru yang menangani siswa tunarungu, alat peraga mistar hitung Braille tidak hanya bisa digunakan untuk siswa disabilitas tuna netra tetapi juga dapat digunaan oleh kelas lain seperti disabilitas tuna rungu.
“Kami sangat antusias dengan kegiatan ini agar sebagai pendidik di SLB dapat memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang angka braille,” ujarnya.
Sementara Kepala SLB Negeri Kanantang Yanti Hida Rihi, S.Pd mengatakan, kegiatan itu sangat berdampak bagi guru dan siswa karena menjadi media pembelajaran yang telah dibagikan kepada pihak sekolah.
“Saya harap kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan pendidikan inklusif di SLB Negeri Kanatang dan dengan pelatihan ini guru semakin siap danerampil dalam mendampingi siswa tunanetra secara optimal,” terang Yanti. (budian)
