Perkuat Edukasi Generasi Muda, BBPOM di Kupang Gelar Webinar Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu

oleh -179 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kupang menggelar kegiatan Webinar Santai Edukasi Online (SEO), bertema “Bersama Melawan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT)”, pada Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Agent of Change (AoC) bersama Tim Penindakan BBPOM di Kupang ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom.

​kegiatan ini merupakan bagian dari langkah nyata Aksi Nasional BPOM RI dalam memperkuat edukasi serta pencegahan penyalahgunaan OOT, dengan sasaran utama generasi muda.

​Webinar resmi dibuka oleh Kepala BBPOM di Kupang, Sem Lapik, dan diikuti secara antusias oleh sekitar 130 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Dalam sesi pemaparan, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM di Kupang, Frama El Lefiyana Pollo, hadir sebagai pemateri. Ia mengupas tuntas mengenai bahaya laten dari penyalahgunaan OOT, risiko fatal penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan, serta pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran obat ilegal yang kian marak di media sosial dan platform digital.

​”Masyarakat, terutama generasi muda, harus meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap peredaran obat ilegal yang kini kian marak memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai jalur distribusinya,” tegas Frama dalam materinya.

​Antusiasme peserta terlihat jelas saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para mahasiswa aktif berkonsultasi mengenai isu penyalahgunaan OOT, cara mendeteksi tanda awal ketergantungan obat, hingga strategi pengawasan obat ilegal di era digital.

​Turut hadir memberikan penguatan, Ketua Tim Penindakan BBPOM di Kupang, Yasinta Udayana Nona. Ia menjelaskan secara mendalam upaya pengawasan konkrit dan langkah penindakan hukum terhadap pelanggaran OOT di wilayah kerja BBPOM di Kupang.

​Melalui penyelenggaraan kegiatan edukatif ini, BBPOM di Kupang berharap generasi muda di NTT dapat semakin sadar, cerdas, dan berperan aktif sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan tertentu di lingkungan masyarakat. (roy)