Pemkab Lembata Matangkan HET Ayam Broiler dan Perkuat Program Kemandirian Daging

oleh -214 Dilihat

Rapat Koordinasi Pembahasan Harga Eceran Tertinggi (HET) ayam broiler.

LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan Harga Eceran Tertinggi (HET) ayam broiler (ayam hidup dan ayam beku) serta rekomendasi lalu lintas ternak dan produk olahan ternak, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis (11/6/2026).

Rapat tersebut dipimpin Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dan dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Yohanes Berchmans Daniel Dai, Dinas Pertanian, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Ekonomi, Syahbandar, Balai Karantina, pimpinan Bank BNI, serta para pelaku usaha dan pengepul ayam.

Dalam arahannya, Bupati Lembata menegaskan, Program Strategis Kemandirian Daging Ayam masih menghadapi sejumlah tantangan yang harus segera dibenahi secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Setelah lebih dari satu tahun berjalan, pemerintah masih menemukan adanya ketidaksesuaian antara data lapangan dan kebijakan yang diterapkan, sehingga diperlukan evaluasi serta penyesuaian strategi.

“Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada data yang akurat dan faktual. Jika data yang digunakan tidak benar, maka kebijakan yang dihasilkan juga akan salah,” tegas Bupati Kanis.

Ia menjelaskan, keberhasilan program kemandirian daging tidak hanya bertumpu pada pengawasan lalu lintas ayam beku, tetapi juga membutuhkan penguatan tata kelola peternakan secara menyeluruh.

Hal tersebut mencakup ketersediaan day old chick (DOC), distribusi dan kualitas pakan, dukungan pembiayaan, hingga kepastian pasar bagi peternak lokal.

Menurutnya, seluruh sumber daya pemerintah harus difokuskan untuk mendukung keberhasilan program strategis daerah tersebut, khususnya dalam mewujudkan kemandirian daging ayam di Kabupaten Lembata.

Untuk memperkuat sektor hulu, Pemerintah Kabupaten Lembata menggandeng lembaga perbankan dalam penyediaan skema pembiayaan bagi peternak lokal.

Melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), peternak yang telah memiliki kandang diharapkan dapat memperoleh akses modal guna meningkatkan kapasitas produksi.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mendorong pengembangan produksi pakan ternak lokal sebagai upaya menekan biaya produksi. Inisiatif ini diharapkan menjadi alternatif yang lebih terjangkau bagi peternak sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Bupati Kanisius juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas pakan yang beredar di masyarakat.

Pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap distributor maupun penjual pakan untuk memastikan produk yang dipasarkan memenuhi standar mutu dan tidak merugikan peternak.

Bank BNI pun menyatakan komitmennya untuk mendukung skema pembiayaan usaha peternakan ayam pedaging di Lembata, sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi lokal dan mempercepat pencapaian target kemandirian daging.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap kebijakan harga, distribusi, dan penguatan produksi peternakan dapat berjalan lebih terintegrasi.

Rapat ini juga diharapkan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan peternak serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (Lakonawa/Prokompimkablembata)