Wabup Lembata, Muhamad Nasir, saat memberikan sambutan.
LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinsosP2KB) menggelar kegiatan Edukasi Gizi dan Pelatihan Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Tingkat Kabupaten Tahun 2026, di Aula Anton Enga Tifaona, Kantor Bupati Lembata, Kamis (7/5/2026).
Acara dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah, Yohanes Berchamans Daniel Dai. Turut hadir Staf Ahli Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta 155 peserta yang terdiri dari PKB/PLKB, kader DASHAT, dan tenaga ahli gizi dari puskesmas dan desa se-Kabupaten Lembata.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nasir menegaskan, penanganan stunting bukan sekadar masalah fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia. Hal ini sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi yang sehat dan cerdas menjadi kunci kemajuan daerah.
“Stunting berdampak pada kemampuan kognitif anak, daya tahan tubuh, hingga produktivitas di masa depan. Oleh karena itu, penanganannya harus menjadi tanggung jawab bersama dan prioritas utama pembangunan,” ujar Wabup Nasir.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi gizi, serta mengolah pangan lokal menjadi menu yang sehat, bergizi, dan seimbang.
Selain aspek kesehatan, pelatihan ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah dan potensi pangan lokal yang ada di setiap wilayah.
Kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dan menyosialisasikan kembali kepada masyarakat.
“Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi lintas sektor dan peran aktif kader di lapangan. Edukasi pola asuh yang benar, sanitasi yang baik, dan akses pangan bergizi harus terus digalakkan,” tegasnya.
Kegiatan yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Alokasi Khusus (DAK) BOKB Tahun 2026 ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Lembata.
Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung upaya nyata ini demi mewujudkan generasi Lembata yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Lakonawa/Prokompimkablembata)
