Pantau KB! P2KBP3A Manggarai Timur Perkuat Layanan KB bagi 4.105 PUS Unmet Need

oleh -89 Dilihat

BORONG, mediantt.com – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Manggarai Timur bersama Dinas Kesehatan akan menyelenggarakan Momentum Pelayanan KB Serentak pada 9-15 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga serta memperluas akses pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Momentum Pelayanan KB Serentak tahun ini mengusung tema “PANTAU KB” (Pelayanan Kontrasepsi untuk Penggarapan Unmet Need Keluarga Berencana), dengan fokus utama menjangkau pasangan usia subur (PUS) yang belum terlayani layanan kontrasepsi, meskipun ingin menunda atau menghentikan kehamilan.

Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan KB di fasilitas kesehatan, mulai dari penyuluhan, konsultasi, hingga pemasangan alat kontrasepsi modern. Tenaga kesehatan akan memberikan pendampingan langsung agar setiap pasangan dapat memilih metode KB yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi kesehatannya.

Selain pelayanan medis, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor, melibatkan peran kader, tokoh masyarakat, dan organisasi perempuan dalam menyebarkan informasi serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam program KB.

Kepala Dinas P2KBP3A Manggarai Timur, Pranata Kristiani Agas, menjelaskan, tema Pantau KB dipilih untuk menegaskan pentingnya memantau, merencanakan, dan memastikan terpenuhinya layanan KB, khususnya bagi kelompok unmet need.

“Unmet need KB adalah kondisi ketika pasangan usia subur ingin menunda atau menghentikan kehamilan, namun belum menggunakan metode kontrasepsi. Tingginya angka unmet need menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dan layanan KB yang tersedia. Ini bisa kita sebut sebagai kebutuhan KB yang belum terjawab,” jelas Pranata.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, terdapat 4.802 peserta Drop Out KB (60 persen) dan 4.105 pasangan usia subur tercatat sebagai kelompok unmet need KB. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan program KB, khususnya bagi kelompok pasca persalinan dan pasangan yang belum terlayani.

Fokus pada penanganan unmet need KB, lanjut Pranata, memiliki dampak besar bagi kesehatan ibu dan anak.

Pertama, mengurangi kehamilan yang tidak direncanakan, yang berisiko meningkatkan praktik aborsi tidak aman, komplikasi kehamilan, serta kematian ibu.

Kedua, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan mendorong kehamilan terjadi pada kondisi fisik dan mental ibu yang lebih siap. Ketiga, menekan Angka Kematian Bayi (AKB) karena kehamilan yang terencana berpeluang melahirkan bayi yang lebih sehat.

Keempat, pencegahan stunting, sebab jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat memperburuk kondisi gizi ibu dan anak. Dengan perencanaan keluarga yang baik, anak memperoleh perhatian dan asupan gizi yang optimal.

Kelima, meningkatkan efisiensi program kesehatan, karena penurunan unmet need berdampak langsung pada pencapaian target nasional penurunan AKI, AKB, dan prevalensi stunting.

“Dengan mengoptimalkan layanan KB bagi kelompok yang belum terlayani, kita tidak hanya meningkatkan kualitas hidup keluarga, tetapi juga mempercepat pencapaian tujuan pembangunan kesehatan masyarakat,” tegas Pranata.

Ia menambahkan, Program KB saat ini bukan lagi semata-mata membatasi jumlah anak, melainkan strategi kesehatan masyarakat untuk melindungi ibu dan bayi, memastikan tumbuh kembang anak yang optimal, serta mencegah stunting melalui perencanaan keluarga yang sehat.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut terkait jadwal dan lokasi pelayanan KB dapat menghubungi Puskesmas terdekat, Petugas KB di desa, atau Kanal KB Manggarai Timur di nomor 0877-9015-5810, serta melalui kanal edukasi Saung Ndusuk, Saung Tete, Eme Tu’ung Nuk, dan Mai Ga Ikut KB. (dodi)