PAD Tumbuh 16,33 Persen Capai Rp17 Miliar, Kinerja RSUD, Bapenda dan BKAD Sangat Memuaskan

oleh -351 Dilihat

Bupati Kanis Tuaq sedang memimpin rapat evaluasi APBD dan program strategis.

LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata mencatatkan capaian positif di bidang pendapatan daerah. Hingga pertengahan 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil tumbuh signifikan sebesar 16,33% atau mencapai angka Rp17.233.809.198.

Pencapaian gemilang ini dipaparkan dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan APBD dan Program Strategis Daerah yang dipimpin Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, di Ruang Rapat Bupati, Lewoleba, Kamis (2/7/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini, Plt. Asisten II Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Apolonaris Mayan, serta seluruh Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Lembata.

Berdasarkan data yang disampaikan Us Kahali, Kabid Pengembangan Pendapatan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), capaian PAD tersebut setara dengan 39,17% dari target tahunan sebesar Rp44 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat baik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp14.805.065.946, atau bertambah sekitar Rp2,4 miliar.

Keberhasilan peningkatan PAD ini tidak lepas dari kinerja maksimal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki target pendapatan besar. Beberapa OPD bahkan mencatatkan realisasi yang jauh melampaui ekspektasi pada Triwulan II ini.

Berikut rincian capaian membanggakan tersebut: RSUD Lewoleba mencatatkan realisasi sebesar Rp6.543.317.930,- atau mencapai 79,71% dari target triwulan yang ditetapkan sebesar Rp8.209.056.362,-.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menjadi yang tertinggi dengan capaian 112% dari target. Dari target Triwulan II sebesar Rp4.571.843.386,-, Bapenda berhasil meraup pendapatan hingga Rp5.136.823.393,21,-.

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) juga menunjukkan kinerja solid dengan realisasi Rp4.543.368.994,33,- atau setara 87,72% dari target triwulan sebesar Rp5.205.400.000,-.

“Hal ini menjadi indikator positif bahwa upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dan retribusi daerah mulai menunjukkan hasil yang nyata dan sangat memuaskan,” ungkap salah seorang narasumber dalam rapat.

Meskipun PAD menunjukkan tren kenaikan yang luar biasa, secara agregat total pendapatan daerah masih menghadapi tantangan. Hingga 30 Juni 2026, total pendapatan daerah tercatat Rp318.777.852.436,- atau 42,36% dari target Rp752,84 miliar.

Angka ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu akibat adanya pengurangan realisasi Dana Transfer dari Pemerintah Pusat. Dana Transfer saat ini baru terealisasi Rp299.981.058.535,- atau turun sekitar Rp77,1 Miliar (20,46%) dibandingkan tahun 2025.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Kanis Tuaq memberikan apresiasi tinggi atas kenaikan PAD, namun sekaligus mengingatkan seluruh OPD untuk tetap waspada menghadapi penurunan dana transfer.

“Meskipun PAD kita mengalami kenaikan yang sangat baik, kita harus tetap cermat mengelola keuangan karena ada penurunan pada dana transfer dari pusat. Oleh karena itu, saya minta seluruh OPD meningkatkan efisiensi belanja dan tetap fokus pada program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Kanis Tuaq.

Rapat ini berlangsung konstruktif dengan berbagai langkah strategis yang disepakati untuk memaksimalkan sisa waktu tahun anggaran 2026 demi mencapai target-target pembangunan yang optimal. (Lakonawa/Prokompimkablembata)