KUPANG, mediantt.com – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyatakan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan didorong untuk memiliki migrant center atau pusat layanan pekerja migran.
Menurut Sarmuji, NTT merupakan salah satu daerah dengan jumlah kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang cukup tinggi di Indonesia. Karena itu, diperlukan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan dan kualitas pekerja migran asal NTT.
“Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari NTT jumlahnya cukup banyak. Ke depan, kita berharap pekerja migran yang dikirim ke luar negeri, termasuk dari NTT, adalah mereka yang sudah dibekali keterampilan, keahlian, dan pengetahuan yang baik. Untuk itu, kami mendorong agar ada migrant center di Provinsi NTT,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Minggu (7/12), saat menghadiri Musda DPD Partai Golkar NTT.
Ia menegaskan, saat ini Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dipimpin oleh kader Partai Golkar, Mukhtarudin, yang memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan persoalan pekerja migran.
“Apalagi sekarang menterinya dari Golkar, dan Bapak Presiden juga sudah memiliki komitmen untuk membekali calon pekerja migran dengan pendidikan vokasional,” katanya.
Sarmuji juga berharap agar fasilitas pendidikan vokasional dapat ditempatkan di NTT guna mendukung calon PMI sebelum diberangkatkan ke luar negeri.
“Mudah-mudahan ada pendidikan vokasional yang ditempatkan di Nusa Tenggara Timur, sehingga pekerja migran yang dikirim keluar negeri adalah pekerja yang benar-benar terlatih. Ini sekaligus untuk menghindari pengiriman pekerja di luar jalur yang legal,” ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut.
Dengan adanya pendidikan vokasional dan migrant center di NTT, ia optimistis praktik pengiriman PMI ilegal dapat ditekan hingga nol.
“Tidak ada lagi yang ilegal. Karena jika ilegal, perlindungan hukumnya sangat sulit. Tetapi dengan legalitas, insyaallah warga negara bisa mendapatkan perlindungan yang baik,” tandasnya. (*/jdz)





